Pendidikan Alternatif (home schooling)

Anak-Kecil-Indonesia-Kaki

Cecep Kustandi

Pendidikan Alternatif

  1. Pengertian Pendidikan Alternatif

Istilah pendidikan alternatif merupakan istilah khusus dari berbagai program pendidikan yang dilakukan dengan cara berbeda dari cara tradisional.

Secara umum pendidikan alternatif memiliki karakteristik sebagai berikut: pendekatannya bersifat individual, memberi perhatian besar (kepada peserta didik, orang tua/keluarga, dan pendidik) serta dikembangkan berdasarkan minat dan pengalaman.

  1. Macam – macam Pendidikan Alternatif

Menurut Jery Mintz (1994) pendidikan alternatif dapat dikategorikan dalam empat bentuk pengorganisasian, yaitu:

  • Sekolah Umum Pilihan (Public Choice)
  • Sekolah / Lembaga Pendidikan Umum untuk Siswa Bermasalah (student at risk)
  • Sekolah / Lembaga Pendidikan Swasta (Independent)
  • Pendidikan di rumah (home-based schooling).

 

  • Sekolah Umum Pilihan

Sekolah umum pilihan adalah lembaga pendidikan dengan biaya negara (dalam pengertian sehari-hari disebut sekolah negeri) yang menyelenggarakan program belajar dan pembelajaran yang berbeda dengan program regular (konvensional), namun mengikuti sejumlah aturan baku yang telah ditentukan. Contoh : SMP Terbuka, SMA Terbuka, Sekolah Bibit (Taruna Nusantara, Sekolah Analisis Kimia, dan SMA Angkasa ), dan Kejar Paket (A, B, dan C).

  • Sekolah/Lembaga Pendidikan Publik Siswa Bermasalah

Sekolah/lembaga pendidikan umum untuk siswa bermasalah adalah lembaga pendidikan yang diselenggarakan untuk anak-anak bermasalah.

Pengertian “siswa bermasalah” di sini meliputi mereka yang :

  • tinggal kelas karena lambat belajar,
  • nakal atau mengganggu lingkungan (termasuk lembaga permasyarakatan anak),
  • korban penyalahgunaan narkoba,
  • korban trauma dalam keluarga karena perceraian orang tua, ekonomi, etnis/budaya (termasuk bagi anak suku terasing dan anak jalanan dan gelandangan),

 

  • putus sekolah karena berbagai sebab, belum pernah mengikuti program sebelumnya.
  • Sekolah/Lembaga Pendidikan Swasta

Sekolah/Lembaga Pendidikan Swasta mempunyai jenis, bentuk dan program yang sangat beragam, termasuk di dalamnya program pendidikan bercirikan agama seperti pesantren & sekolah Minggu, lembaga pendidikan bercirikan keterampilan fungsional seperti kursus atau magang, lembaga pendidikan dengan program perawatan atau pendidikan usia dini seperti penitipan anak, kelompok bermain dan taman kanak-kanak. Contoh : Pesantren, Sekolah Alam, Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah.

  • Pendidikan di Rumah (Home Schooling)

Pendidikan di rumah termasuk dalam kategori ini adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh keluarga sendiri terhadap anggota keluarganya yang masih dalam usia sekolah. Pendidikan ini diselenggarakan sendiri oleh orang tua atau keluarga dengan berbagai pertimbangan, seperti: menjaga anak-anak dari kontaminasi aliran atau falsafah hidup yang bertentangan dengan tradisi keluarga (misalnya pendidikan yang diberikan keluarga yang menganut fundalisme agama atau kepercayaan tertentu); menjaga anak-anak agar selamat dan aman dari pengaruh negatif lingkungan; menyelamatkan anak-anak secara fisik maupun mental dari kelompok sebayanya; menghemat biaya pendidikan; dan berbagai alasan lainnya.

Ada beberapa klasifikasi format Homeschooling, yaitu:

  • Homeschooling tunggal

Dilaksanakan oleh orangtua dalam satu keluarga tanpa bergabung dengan lainnya karena hal tertentu atau karena lokasi yang berjauhan.

  • Homeschooling majemuk

Dilaksanakan oleh dua atau lebih keluarga untuk kegiatan tertentu sementara kegiatan pokok tetap dilaksanakan oleh orangtua masing-masing. Alasannya: terdapat kebutuhan-kebutuhan yang dapat dikompromikan oleh beberapa keluarga untuk melakukan kegiatan bersama.

Contohnya kurikulum dari Konsorsium, kegiatan olahraga (misalnya keluarga atlit tenis), keahlian musik/seni, kegiatan sosial dan kegiatan agama.

  • Komunitas Homeschooling

Gabungan beberapa Homeschooling majemuk yang menyusun dan menentukan silabus, bahan ajar, kegiatan pokok (olah raga, musik/seni dan bahasa), sarana/prasarana dan jadwal pembelajaran. Komitmen penyelenggaraan pembelajaran antara orang tua dan komunitasnya kurang lebih 50-50.

 

Daftar Pustaka

Hananacumi, 2011 Pendidikan Alternatif, http://hananacumi.blogspot.co.id/2011/03/pendidikan-alternatif.html

Heri, 2011 Keadilan Pendidikan di Indonesia, http://heri93.blogspot.co.id/2011/06/keadilan-pendidikan-di-indonesia_04.html

Mirantiyo, Yoki, 2013 Pengertian Pendidikan Inklusif, http://yokimirantiyo.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-pendidikan-inklusif.html

https://pendidikanbangsa.wordpress.com/bab-1-egalitarianisme/kesetaraan-dalam-pendidikan-pendidikan-untuk-kesetaraan/

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s