JENIS-JENIS ALIRAN PENDIDIKAN

sm3t-2

Aliran – Aliran Klasik dalam Pendidikan

  1. Aliran Empirisme

Aliran empirisme adalah aliran yang menyatakan bahwa perkembangan seorang anak tergantung pada perkembangan lingkungan saja, sementara pembawaan sejak lahir dianggap tidak mempengaruhi atau tidak penting. Seorang anak mendapatkan pendidikan dan pengalaman  dari kehidupan sehari – harinya dan juga lingkungannya. Pendidikan dan pengalaman ini ia dapatkan dari alam bebas ataupun diciptakan oleh orang dewasa.

Tokoh perintis pandangan ini adalah seorang filsuf Inggris bernama John Locke (1632–1704 ) yang mengembangkan teori “ Tabula Rasa “, yakni anak lahir didunia bagaikan kertas putih yang bersih. Pengalaman empirik yang diperoleh dari lingkungan akan berpengaruh besar dalam menentukan perkembangan anak.

Aliran ini dipandang sebelah mata, karena aliran ini hanya mementingkan adanya peran lingkungan saja dan menganggap  pengaruh pembawaan sejak lahir itu tidak penting. Padahal pada kehidupan nyata banyak anak yang berhasil karena mempunyai bakat – bakat atau kemampuan, walaupun lingkungan sekitarnya sama sekali tidak mendukung.

Keberhasilan tersebut berasal dari diri sendiri berupa kecerdasan atau kemaunan keras, seseorang berusaha mencari lingkungan yang dapat mengambangkan potensi sesuai dengan bakat yang dimiliki. Namun penganut aliran ini masih memandang  manusia sebagai mahluk pasif dan dapat dimanipulasi, seperti modifikasi tingkah laku. Hal tersebut terlihat dari pandangan scientific psychologi dari B. F. Skinner atupun pandangan behavioral (behaviorisme) lainnya.

Namun beberapa pendapat pandangan behavioral tidak lagi sepenuhnya menganut teori “Tabula Rasa” dari John Locke, karena mereka mulai memperhatikan faktor – faktor internal dari manusia.

  1. Aliran Nativisme

Aliran nativisme ini berkebalikan dengan aliran empirisme, dimana aliran nativisme ini lebih menekankan kemampuan atau potensi yang ada pada anak, sehingga faktor lingkungan seperti pendidikan dianggap kurang berpengaruh tehadap perkembangan anak.

Hasil pendidikan tergantung pada pembawaan, Schopenhauer (filsuf Jerman 1788-1860) berpendapat bahwa bayi itu lahir sudah dengan pembawaan baik dan pembawaan buruk.

Namun jika dilihat dalam kehidupan sehari-hari memang sering ditemukan anak yang mirip dengan orang tuanya baik dari fisik ataupun potensi – potensi (bakat). Walaupun demikian pembawaan tidak sepenuhnya mempengaruhi pembentukan dan perkembangan anak menuju kedewasaan.

Terdapat suatu pandangan dalam aliran nativisme yang mempunyai pengaruh  luas yakni dalam diri seseorang terdapat  suatu inti atau pribadi yang mendorong dirinya untuk mewujudkan diri, menentukan kemauan dan pilihan sendiri dan menempatkan manusia sebagai mahluk aktif yang mempunyai keinginan bebas. Pandangan – pandangan tersebut antara lain humanistic psychology , pandangan phenomenology atau humanistik yang lain.

  1. Aliran Naturalisme

Pandangan yang mempunyai persamaan dengan nativisme adalah aliran naturalisme yang dipelopori oleh seoarang filsuf Prancis J.J. Rousseau (1712- 1778).  Rosseau berpendapat bahwa pendidikan yang diberikan orang dewasa malahan dapat merusak pembawaan anak yang baik itu. Aliran ini juga disebut negativisme, karena berpendapat bahwa pendidik wajib membiarkan pertumbuhan anak pada alam. Jadi, dengan kata lain pendidikan tidak diperlukan. Yang dilaksanakan adalah menyerahkan anak didik kealam agar pembawaan yang baik itu tidak menjadi rusak oleh tangan manusia melalui proses dan kegiatan pendidikan itu.

J.J.Rosseau ingin menjauhkan anak dari segala keburukan masyarakat yang serba dibuat- buat (artificial) sehingga kebaikan anak- anak yang diperoleh secara alamiah sejak saat kelahirannya itu dapat tampak secara spontan dan bebas. Ia mengusulkan perlunya permainan bebas kepada anak didik untuk mengembangkan pembawaan, kemampuan- kemampuannya, dan kecenderungan- kecenderungannya. Tetapi seperti telah diketahui, bahwa gagasan naturalisme yang menolak campur tangan pendidikan, sampai saat ini ternyata tidak terbukti, sebaliknya pendidikan makin lama makin diperlukan.

  1. Aliran Konvergensi

Perintis aliran ini dalah William Stern (1871- 1939), seorang ahli pendidikan bangsa Jerman yang berpendapat bahwa seorang anak lahir di dunia sudah diserati pembawaan baik maupun buruk.  Penganut aliran ini berpendapat bahwa dalam proses perkembangan anak baik faktor pembawaan maupun lingkungan sama- sama mempunyai peranan yang sangat penting. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan yang sesuai dengan bakat itu. Sebaliknya, lingkungan yang baik tidak dapat menghasilkan perkembangan anak yang optimal, kalau memang pada diri anak tidak terdapat bakat yang diperlukan untuk mengembangkan itu. Sebagai contoh, hakikat kemampuan anak berbahasa dengan kata- kata adalah juga hasil konvergensi. Pada anak manusia ada pembawaan untuk berbicara melalui situasi lingkungannya, anak belajar berbicara dalam bahasa tertentu. Lingkunganpun mempengaruhi anak didik dalam mengembangkan pembawaan bahasanya. Karena itu tiap anak manusia mula- mula menggunakan bahasa lingkungannya, misalnya bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Inggris, dan sebagainya.

Kemampuan dua orang anak ( yang tinggal dalam satu lingkungan yang sama ) untuk mempelajari bahasa mungkin tidak sama. Itu disebabkan oleh adanya perbedaan kuantitas pembawaan dan perbedaaan situasi lingkungan, biarpun lingkungan kedua anak tersebut menggunakan bahasa yang sama. William Stern berpendapat bahwa hasil pendidikan itu tergantung dari pembawaan dan lingkungan.

Karena itu teori William Stern disebut teori konvergensi ( konvergen, artinya memusat ke satu titik ). Jadi menurut teori konvergensi :

  • Pendidikan mungkin untuk dilaksanakan
  • Pendidikan diartikan sebagai pertolongan yang diberikan lingkungan kepada anak didik untuk mengembangkan potensi yang baik dan mencegah berkembangnya potensi yang kurang baik.
  • Yang membatasi hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan

Aliran konvergensi pada umumnya diterima secara luas sebagai pandangan yang tepat dalam memahami tumbuh kembang manusia. Pendapat ini semua bermaksud menghilangkan pendapat berat sebelah dari aliran nativisme dan empirisme dengan mengkombinasikan. Pada mulanya pendapat ini diterima oleh banyak orang karena mampu menerangkan kejadian- kejadian dalam kehidupan masyarakat. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya banyak orang yang berkeberatan dengan pendapat tersebut yang mengatakan kalau perkembangan manusia itu hanya ditentukan oleh pembawaan dan lingkungan, maka hal ini tak ubahnya kehidupan hewan, sebab hewan itu pertumbuhannya hasil dari pembawaan keturunannya dan pengaruh- pengaruh lingkungannya. Perkembangan pada hewan seluruhnya ditentukan oleh kodrat, oleh hukum alam.

 

Pengaruh-pengaruh jenis aliran pendidikan klasik di Indonesia.

Aliran-aliran pendidikan yang klasik mulai dikenal di Indonesia melalui upaya-upaya pendidikan, utamanya persekolahan dari penguasa penjajah Belanda dan disusul kemudian oleh orang-orang Indonesia yang belajar di Belanda pada masa penjajahan. Setelah kemerdekaan Indonesia gagasan-gagasan dalam aliran-aliran pendidikan itu masuk ke Indonesia melalui orang-orang Indonesia yang belajar di berbagai negara di Eropa, Amerika Serikat dan lain-lain.

Meskipun dalam hal-hal tetentu sangat diutamakan bakat dan potensi, namun upaya penciptaan lingkungan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan itu diusahakan pula secara optimal. Dengan kata lain meskipun peranan pandangan empirisme dan nativisme tidak sepenuhnya ditolak tetapi penerimaan itu dilakukan dengan pendekatan elektif fungsional yaitu diterima sesuai dengan kebutuhan namun ditempatkan dalam pandangan yang konvergensi. Seperti yang telah dikemukakan tumbuh kembangnya manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu hereditas, lingkungan, proses perkembangan itu sendiri, dan anugrah. Faktor terakhir itu merupakan pencerminan pengakuan atas adanya kekuasaan yang ikut menentukan nasib manusia (Sulo Lipu La Sulo. 1981:38-46).

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Farihah, Nick. 2011. Aliran-aliran dalam Pendidikan, (Online), (https://catatanfarihah.wordpress.com/2011/04/11/62/), diakses 25 September 2015

Firdaus Rahmatulla, Muhammad. 2010. Makalah Pengantar Pendidikan, (Online), (http://firdaus-rahmatullah.blogspot.com/2010/07/makalah-pengantar-pendidikan.html), diakses 25 September 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s