DIFUSI INOVASI DALAM PENDIDIKAN

Guru SM-3T

Cecep Kustandi

BAB. I

PENDAHULUAN

 

Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh manusia untuk menjaga nilai-nilai kehidupan dan budaya, untuk mewariskan ilmu pengetahuan dari satu generasi ke generasi lainnya, dengan demikian hidup manusia akan lebih berbudaya dan beradab. Dewasa ini, sebagaimana yang kita ketahui, ilmu pengetahuan dan teknologi diwariskan melalui institusi-institusi pendidikan. Di institusi pendidikan, anak didik diberi pengetahuan secara mendalam tentang berbagai hal. Dalam hal ini perkembangan anak didik betul-betul menjadi hal yang diutamakan, karena tujuan dari dibentuknya institusi pendidikan adalah untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, baik segi keilmuan nya, maupun dari segi aklak atau kepribadiannya.

Lembaga pendidikan, sebagai tempat diselenggarakannya pendidikan merupakan sebuah isu yang patut mendapat kajian secara lebih mendalam. Pendidikan di Indonesia, yang dalam hal ini telah diatur dalam UU No. 20 tahun 2003 pasal 3 menyatakan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Adapun visi dan misi pendidikan nasional adalah sebagai berikut :

  1. Visi Pendidikan Nasional :

Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya system pendidikan sebaga pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

  1. Misi Pendidikan Nasional

Dengan visi pendidikan tersebut, pendidikan nasional mempunyai misi sebagai berikut:

  1. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;
  2. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;
  3. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral;
  4. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan
  5. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan di atas, adalah sesuatu yang bisa kita pahami bahwa pendidikan maupun penyelenggaraannya di institusi pendidikan adalah sebuah potensi besar yang dapat mendorong kemajuan. Dalam hal ini, kita sebagai cikal bakal pemimpin bangsa di masa depan dituntut untuk memiliki kreativitas dan inovasi untuk mempengaruhi berjalannya pendidikan sedemikian rupa, sehingga arah dan tujuan pendidikan dapat menjadi lebih spesifik. Selain itu, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemajuan bangsa-bangsa lain, maka inovasi pendidikan dan pembelajaran adalah sesuatu yang diperlukan.

Jika kita mengarahkan fokus pikiran kita ke negara-negara lain yang lebih maju, maka dengan segera kita akan menyadari bahwa sangat berbahaya apabila kita tertinggal dari negara-negara tersebut. Kita patut berkaca pada pengalaman masa lalu kita di mana tanpa memiliki pengetahuan dan teknologi, maka kita menjadi bangsa jajahan semata. Oleh karena itu dalam makalah ini saya sebagai penulis mencoba untuk menyumbangkan ide dan pemikiran saya demi kemajuan pendidikan kita.

Semua hal yang saya ungkapkan dalam makalah ini saya angkat dari berbagai isu yang berkembang di berbagai media massa. Baik dari segi keilmuan maupun aspek manajemen pendidikan. Pendidikan di negara kita memerlukan pembenahan baik dari segi penyelenggaraannya secara manajemen, maupun dalam hal metodologi atau pendekatan keilmuan.

BAB. II

Difusi Inovasi di Bidang Pendidikan

 

  1. INOVASI DALAM MANAJEMEN KEPENDIDIKAN

Inovasi menurut Schumpeter memiliki arti, usaha mengkreasikan dan mengimplementasikan sesuatu menjadi satu kombinasi sehingga, dengan inovasi
seseorang dapat menambahkan nilai dari produk, pelayanan, proses kerja, dankebijakan tidak hanya bagi lembaga pendidikan tapi juga Stakeholder dan masyarakat. Wina Sanjaya dalam bukunya kurikulum dan pembelajaran, menyatakan bahwa inovasi adalah sesuatu yang baru dalam situasi sosial tertentu dan digunakan untuk menjawab atau memecahkan suatu permasalahan.

Secara harfiah inovasi/innovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru, inovasi kadang diartikan sebagai penemuan namun, maknanya berbeda dengan penemuan dalam arti discovery atau Invention. Discovery mempunyai makna penemuan sesuatu yang sebenarnya sudah ada sebelumnya, misalnya penggunaan model pembelajaran inkuiri dalam matapelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tersebut di Indonesia baru-baru ini dikembangkan, sebenarnya model pembelajaran tersebut sudah dilaksanakan di
negara-negara lain, atau model pembelajaran melalui jaringan internet. Sedangkan Invantion, memiliki pengertian penemuan yang benar-benar baru belum tercipta sebelumnya.

Fungsi dari inovasi dalam bidang manajemen adalah untuk meningkatkan kinerja sehingga kinerja seluruh bagian manajemen menjadi lebih produktif. Adapun pengertian manajemen sendiri antara lain, menurut Gaffar ( 1989 ) bahwa manajemen pendidikan mengandung arti sebagai suatu proses kerja sama yang sistematik, sistemik, dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Menurut Prajudi Atmosudirdjo (1982 : 124), bahwa manajemen itu adalah pengendalian dan pemanfaatan dari pada semua faktor dan sumberdaya, yang menurut suatu perencanaan (planning), diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta atau tujuan kerja yang tertentu.

Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan : Perencanaan, pengorganisasian, menggerakan, dan poengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia serta sumber-sumber lain (George R. Terry, 1986:4). Terdapat beberapa prinsip yang nampaknya menjadi benang merah tentang pengertian manajemen yakni :

  1. Manajemen merupakan suatu kegiatan
  2. Manajemen menggunakan atau memanfaatkan pihak-pihak lain
  3. Kegiatan manajemen diarahkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu

Dalam skala yang lebih spesifik, manajemen yang dibahas di sini adalah manajemen kependidikan. Suryosubroto (2004:27) menyatakan bahwa manajemen pendidikan merupakan suatu proses yang merupakan daur (siklus) penyelenggaraan pendidikan yang dimulai dari perencanaan, diikuti oleh pengorganisasian, pengarahan, pelaksanaan, pemantauan dan penilaian tentang usaha sekolah untuk mencapai tujuannya. Sementara itu Suharsimi Arikunto & Lia Yuliana (2008:14) menyatakan bahwa manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

Diaplikasikannya teknologi dalam bidang manajemen merupakan sebuah pembaharuan yang strategis dan akan memudahkan semua pelaksanaan manajerial di sebuah institusi pendidikan. Dalam hal ini salah satu inovasi dalam manajemen di institusi pendidikan antara lain dalam hal diaplikasikannya teknologi informasi seperti SIM (sistem informasi manajemen). Melalui aplikasi ini, semua divisi manajemen di sebuah lembaga dapat diintegrasikan secara terpadu dan semua pihak baik dalam divisi manajemen maupun pihak luar dapat mengakses informasi yang dibenamkan dalam Sistem Informasi Manajemen Tersebut.

Mungkin banyak dari kita sudah mengenal sistem informasi manajemen, tetapi kita jangan melupakan bahwa sistem ini baru diaplikasikan di lembaga-lembaga pendidikan tinggi. Sedangkan pada tingkat di bawah nya, penggunaan sistem ini masih belum begitu dikenal. Sangat disarankan bahwa lembaga pendidikan dasar maupun menengah di Indonesia untuk mengaplikasikan sistem ini mengingat banyaknya kegunaan yang bisa diperoleh dari nya.

Arti dari sistem manajemen informasi adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (integrated) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.

Terdapat beberapa definisi, antara lain :

  1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
  2. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
  3. Data yang diorganisir untu membantu tindakan di masa depan untuk memenuhi tujuan-tujuan lembaga.

Fungsi / Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.

Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi. Beberapa manfaat atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
  2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
  3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
  4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
  5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
  6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
  7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
  8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.

Banyak sekali contoh aplikasi sistem informasi manajemen yang telah diterapkan di lembaga pendidikan, contohnya adalah :

  1. Sistem informasi akademik
  2. Sistem informasi manajemen penggajian
  3. Sistem informasi pegawai
  4. Sistem informasi perpustakaan
  5. Sistem informasi sekolah.

Semua aplikasi ini merupakan hasil pengembangan para ahli teknologi perangkat lunak. Para pengembang software ini menciptakan berbagai aplikasi SIM setelah mereka menyesuaikannya dengan kebutuhan lembaga pendidikan terkait. Dengan demikian, seluruh divisi manajemen dalam sebuah lembaga akan terkoordinasi sedemikian rupa dan kinerja lembaga pun akan meningkat. Pada akhirnya, budaya kerja yang lebih baik di organisasi akan lebih baik.

 

  1. Inovasi Dalam Bidang Pembelajaran

Pembelajaran menurut wikipedia adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Dimyati & Mudjiono (2005) menjabarkan bahwa Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Pembelajaran menurut Surya, (2004) Pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Menurut UUSPN No.20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Gagne dan Briggs (1979:3) mengungkapkan Pengertian Pembelajaran sebagai suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.

Beberapa contoh pemanfaatan teknologi informasi maupun metode pembelajaran sebagai inovasi dalam pembelajaran adalah :

  1. Pemanfaatan E-Learning

E-learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.

Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.

E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

Contoh aplikasi e-learning antara lain adalah MOODLE. MOODLE adalah paket software yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan website. MOODLE terus mengembangkan rancangan sistem dan desain user interfacesetiap minggunya (up to date). MOODLE tersedia dan dapat digunakan secara bebas sebagai produk open-source dibawah lisensi GNU. MOODLE merupakan singkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment yang berarti tempat belajar dinamis dengan menggunakan model berorientasi objek.

Moodle adalah alat untuk membangun e-learning. Jadi kemampuan menulis atau berbicara tidak ditentukan oleh alatnya (Moodle, WebCT, dll), tetapi oleh tujuan dari mata pelajarannya. Dengan moodle, bisa saja suatu e-learning dirancang dengan bagus sehingga melibatkan siswa untuk aktif dalam diskusi baik melalui tulisan maupun verbal (memakai mic).

Di dunia e-learning Indonesia, Moodle lebih dikenal fungsinya sebagai Course Management System atau “Learning Management System” (LMS). Dengan tampilan seperti halaman web pada umumnya, Moodle memiliki fitur untuk menyajikan kursus (course), dimana pengajar bisa mengunggah materi ajar, soal dan tugas. Murid bisa masuk log ke Moodle kemudian memilih kursus yang disediakan atau di-enroll untuknya. Aktivitas murid di dalam Moodle ini akan terpantau progress dan nilainya. Di Indonesia sendiri, diketahui bahwa Moodle telah dimanfaatkan untuk sekolah menengah, perguruan tinggi dan perusahaan.

  1. Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif

Strategi ini berlandaskan pada teori belajar Vygotsky (1978, 1986) yang menekankan pada interaksi sosial sebagai sebuah mekanisme untuk mendukung perkembangan kognitif. Selain itu, metode ini juga didukung oleh teori belajar information processing dan cognitive theory of learnning. Dalam pelaksanaannya metode ini membantu siswa untuk lebih mudah memproses informasi yang diperoleh, karena proses encoding akan didukung dengan interaksi yang terjadi dalam Pembelajaran Kooperatif. Pembelajaran dengan metode Pembelajaran Kooperatif dilandasakan pada teori Cognitive karena menurut teori ini interaksi bisa mendukung pembelajaran.

Metode pembelajaran kooperatif learning mempunyai manfaat-manfaat yang positif apabila diterapkan di ruang kelas. Beberapa keuntungannya antara lain: mengajarkan siswa menjadi percaya pada guru, kemampuan untuk berfikir, mencari informasi dari sumber lain dan belajar dari siswa lain; mendorong siswa untuk mengungkapkan idenya secara verbal dan membandingkan dengan ide temannya; dan membantu siswa belajar menghormati siswa yang pintar dan siswa yang lemah, juga menerima perbedaan ini. Ironisnya, model pembelajaran kooperatif belum banyak diterapkan dalam pendidikan walaupun orang Indonesia sangat membanggakan sifat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting. Menurut Depdiknas tujuan pertama pembelajaran kooperatif, yaitu meningkatkan hasil akademik, dengan meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademiknya. Siswa yang lebih mampu akan menjadi nara sumber bagi siswa yang kurang mampu, yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. Sedangkan tujuan yang kedua, pembelajaran kooperatif memberi peluang agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belajar. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku, agama, kemampuan akademik, dan tingkat sosial. Tujuan penting ketiga dari pembelajaran kooperatif ialah  untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan sosial yang dimaksud antara lain, berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.

Menurut Ibrahim, dkk. pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang positif untuk siswa yang hasil belajarnya rendah sehingga mampu memberikan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Cooper mengungkapkan keuntungan dari metode pembelajaran kooperatif, antara lain:

  1. Siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran,
  2. siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi,
  3. Meningkatkan ingatan siswa, dan
  4. Meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran.

Pembelajaran kooperatif berimplikasi pada terjadinya cognitive elaboration, peer collaboration (berupa tutorial teman sebaya), dan peer copying model, yang pada akhirnya mengarah kepada peningkatan prestasi akademik (Slavin, 1995a,b) dan penghargaan diri, perbaikan sikap siswa (kecintaannya) terhadap teman sebaya, sekolahnya (Jacob, 1999), serta mata pelajarannya, gurunya, dan lebih terdorong untuk belajar dan berpikir (Lie, 2002). Di samping itu, penerapan pembelajaran kooperatif dapat mempercepat perolehan beberapa keterampilan inti, seperti: keterampilan kognitif, keterampilan afektif, berpikir kritis, dan berdampak pada pengukuran prestasi dan sikap, pada tingkat pendidikan dasar (SD/SLTP), menengah (SMU/SMK), dan pendidikan tinggi (Cooper, et al., 1999). Dengan landasan kerja student led discussion, khusus bagi siswa yang prestasinya rendah, kebermanfaatan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan motivasinya, prestasi akademiknya, dan nilai-nilai sosial seperti kepekaan dan toleransi (Lundgren, 1994).

Belajar secara kooperatif mampu melibatkan siswa secara aktif melalui proses-proses mentalnya dan meminimalkan adanya perbedaan-perbedaan antar individu, serta meminimalisasi pengaruh negatif yang timbul dari kondisi pembelajaran kompetitif (persaingan belajar yang tidak “sehat”). Sebagai teknologi pembelajaran, belajar kooperatif memiliki sinergisitas peluang munculnya keterampilan sosial di antara pendidikan formal dan pendidikan non-formal. Keterpaduan peluang tersebut dapat dilihat dari (1) dalam realisasi praktik hidup di luar kelas (sekolah), membutuhkan keterampilan dan aktivitas-aktivitas kolaboratif mulai dari dalam kelompok (tim) di tempat bekerja hingga ke dalam kehidupan sosial sehari-hari; (2) tumbuh dan berkembangnya kesadaran mengenai nilai-nilai interaksi sosial untuk mewujudkan pembelajaran bermakna (Heinich, et al., 2002).

  1. Difusi Inovasi Dalam Bidang Pendidikan

Secara umum, difusi inovasi diartikan sebagai penyebarluasa dari gagasan inovasi melalui sebuah proses komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan saluran tertentu dalam rentang waktu tertentu di antara anggota sistem sosial dalam masyarakat. Menurut Everett M. Rogers (1983), difusi inovasi adalah proses untuk mengkomunikasikan suatu inovasi kepada anggota suatu sistem sosial melalui saluran komunikasi tertentu dan berlangsung sepanjang waktu.

Dalam hal ini difusi inovasi yang dapat saya usulkan disini adalah penggunaan MOODLE dalam pembelajaran dan dapat dijadikan pengiring untuk mengaplikasikan metode pembelajaran kooperatif. Dalam hal ini partisipasi aktif siswa sangat ditekankan, dan di luar itu semua skill siswa pun tidak pula ketinggalan untuk ditingkatkan. Siswa menjadi semakin aktif belajar dan tidak ketinggalan pula menguasai teknologi informasi sehingga pembelajaran berjalan dengan lebih bermakna dan skill siswa pun terasah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB. IIII

KESIMPULAN

 

Dalam dunia modern ini, kita harus aware dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, kita harus mengikuti pula perkembangan pengetahuan dari segi discourse atau perwacanaan. Dengan begitu, selain kita memahami apa saja isu yang berkembang dalam bidang pendidikan, kita pun akan memahami bahkan menguasai cara/dan teknik untuk menyelesaikan permasalahan di bidang pendidikan.

Perkembangan teknologi semakin memudahkan kita untuk berinteraksi dan memudahkan pekerjaan sehari-hari kita. Dengan menerapkan konsepsi dan teknologi secara bersamaan kita akan mengetahui sejauh mana sebuah inovasi mampu dikembangkan dan diaplikasikan secara nyata di lapangan.

Dengan menganalisis sebuah persoalan pendidikan atau isu pembelajaran, kita menelaah secara lebih mendalam hal-hal yang melatarbelakangi timbulnya sebuah persoalan. Kemudian dengan apa yang kita miliki kita berusaha untuk mencari solusi atau mengembangkan sendiri solusi atas permasalahan tersebut.

Solusi untuk memudahkan pekerjaan di bidang manajemen dapat kita atasi dengan mengembangkan sebuah perangkat lunak sendiri, atau memanfaatkan software berbasis open source yang sudah banyak tersedia di internet. Adapun, untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran dapat diterapkan solusi teknologi seperti e-learning dengan disertai konsep metode pembelajaran kooperatif sebagai sebuah difusi inovasi di bidang pendidikan yang dalam perjalanannya akan melahirkan sebuah permasalahan baru yang lebih kompleks dan selanjutnya akan membutuhkan solusi baru. Demikian lah isu dalam pendidikan senantiasa berkembang dan berakhir dengan sebuah penyelesaian. Tetapi dinamika akan selalu berlanjut karena zaman senantiasa berkembang dan berubah.

 

 

 

 

Daftar Referensi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s