KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR: KETERAMPILAN MENGAJAR PERORANGAN DAN KELOMPOK KECIL

Teacher

CECEP KUSTANDI

  1. PENGERTIAN

     Keterampilan adalah pola kegiatan yang bertujuan, yang memerlukan manipulasi dan koordinasi informasi yang dipelajari. Mengajar adalah membimbing suatu kegiatan ssiswa dalam proses belajar, yang merupakan pengaturan dan mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan siswa melakukan kegiatan belajar dengan baik. Pengertian mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan keterampilan dasar mengajar yang paling kompleks. Keterampilan dasar mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan salah satu cara yang dapat di lakukan untuk dapat memfasilitasi system pembelajaran yang di butuhkan oleh siswa baik secara klasikal maupun individu. Oleh karena itu keterampilan mengajar ini harus  di latih dan di kembangkan, sehingga para calon guru atau guru dapat memiliki banyak pilihan untuk dapat melayani siswa dalam melakukan proses pembelajaran.

Setiap siswa selain sebagai makhluk sosial juga sebagai makhluk individu yang unik. Sebagai individu setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda baik dari segi fisik maupun psikhisnya. Dari segi pisik misalnya ada yang bertubuh tinggi, sedangdan pendek. Demikian juga potensi, minat dan bakat antara siswa yang satu dengan lainnya memiliki perdedaan.

Perbedaan setiap siswa juga terjadi dalam pembelajaran, misalnya ada yang memiliki kecerdasan tinggi, sedang dan rendah. Bagi siswa yang memiliki kecerdsan yang tinggi ia akan cepat memahami materi ang dipelajarinya, sementara bagi yang sedang tergolong biasa saja, dan yang rendah tentu lambat dalam memahami materi pembelajarannya.

Tugas guru dalam membimbing pembelajaran idealnya harus disesuaikan dengan karakteristik siswa, sehingga setiap siswa dari berbagai perbedaan yang dimilikinya secara adil dapat dilayani secara optimal oleh guru. Guru tidak hanya senang melayani anak yang memiliki kecerdasan tinggi, tapi secara demokratis bagaimana mampu melayani siswa yang tergolonh sedang maupun rendah.

Melihat kenyataan bahwa siswa itu sangat heterogen, maka salah satu keterampilan yang harus dimiliki olah guru adkah keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan. Belajar pada dasarnya adalah bersifat individual, walau pun dilakukan secara klasikal sekalipun. Hal ini mengingat antara siswa yang satu dengan yang lainnya, selain memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda juga memiliki cara tersendiri dalam proses pembelajarannya.

Misalnya Ani dalam belajarnya lebih kuat mengandalkan segi pendengaran dibandingkan penglihatannya. Sementara Helmi, cenderung lebih kuat melalui penglihatan, dan Haikal lebih cepat memahami materi pembelajaran jika dilakukan melaui perbuatan atau aktivitas yang bersifat tindaka atau keterampilan. Jika diklasifikasikan perbedaan cara atau gaya belajar dari ketiga siswa tadi, Ani tergolong siswa bertipe Auditif, Helmi bertipe Visual, dan Haikal bertipe Kinestetik.

Oleh karena itu jika ditemukan adanya siswa yang lambat menguasai meteri pembelajaran yang diberikan, tidak cepat menyimpulkan siswa sebagai anak yang bodoh. Tapi mungkin cara mengajar yang dilakukan oleh guru tidak sesuai dengan cara atau gaya belajar yang diinginkan oleh siswa tersebut.

Memang bukan cara yang mudah untuk dapat mengajar yang menyesuaikan dengan setiap karakteristik siswa yang berbeda-beda itu, karena guru sebagai manusia tidak lepas dari kelebihan dan kekurangan. Paling tidak dengan profesionalisme, guru harus berusaha dalam mengajar siswa tersebut dengan memperhatikan perbedaan siswa secara individu. Disinalah keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan solusinya.

Sesuai dengan makna yang tersirat dari kata “ kelompok kecil dan perorangan”, maka secara fisik guru ketika mengajar hanya menghadapi siswa dalam jumlah yang terbatas, berbeda dengan rata-rata jumlah siswa yang dihadapi dalam kelas pada umumnya yang berkisar antara 35 s.d 40 orang siswa. Dalam pembelajaran kelompok kecil dan perorangan, guru hanya melayani siswa antara 3 s.d 8 orang, untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perorangan.

Jadi, pada hakikatnya pengajaran perorangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Terjadinya hubungan interpersonal antara pendidik dengan peserta didik, dan juga antar peserta didik.
2. Setiap orang belajar sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing.
3. Peserta didik kita bantu sesuai dengan kebutuhannya.
4. Peserta didik kita libatkan dalam penentuan tujuan yang akan dicapai, cara-cara belajar yang akan ditempuh, materi pelajaran dan alat yang akan digunakan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak setiap peserta didik yang belajar sendiri dapat dikatakan dalam pengajaran perorangan,. Seperti halnya pengajaran perorangan, pengajaran kelompok kecil juga memiliki ciri-ciri seperti yang ada pada pengajaran perorangan, tetapi memiliki perbedaan dengan pengajaran perorangan. Pelaksanaan hal-hal yang tersebut pada butir 1 sampai 4 di atas, pada pengajaran kelompok kecil disalurkan lewat kelompok.

  1. TUJUAN
  • Keterampian mengajar perorangan memiliki tujuan berikut ini:
  1. Memberikan rasa tanggung jawab yang lebih besar kepada peserta didik.
  2. Mengembangkan daya kreatif dan sifat kepemimpinan pada peserta didik
  3. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar lebih aktif
  4. Membentuk hubungan yang lebih akrab antara pendidik dan peserta didik, maupun antar peserta didik
  • Adapun tujuan dari keterampilan mengajar kelompok kecil adalah
  1. Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui dinamika kelompok
  2. Memberi kesempatan memecahkan masalah untuk berlatih memecahkan masalah dan cara hidup secara rasional dan demokratis
  3. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan sikap sosial dan semangat gotong royong.

 

  1. KOMPONEN DAN CONTOH

Ada empat komponen keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan yang

harus dikuasai oleh guru, yang terdiri dari :

  1. Keterampilan Mengadakan Pendekatan Secara Pribadi

Prinsip yang penting dalam pengajaran kelompok kecil dan perorangan adalah

terjadinya hubungan yang akrab antara guru dan siswa. Suasana ini dapat diciptakan

dengan cara :

  • Menunjukkan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan siswa.
  • Memberikan respon secara positif terhadap pikiran siswa.
  • Membangun hubungan saling mempercayai.
  • Menunjukkan kesiapan untuk membantu siswa tanpa kecendrungan mengambil alih atau mendominasi tugas siswa.
  • Mendengarkan dengan rasa simpati.
  • Menerima perasaan siswa dengan penuh pengertian dan keterbukaan.
  • Berusaha mengendalikan situasi sehingga siswa merasa aman, merasa dibantu,
  • serta merasa menemukan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi.
  1. Keterampilan Mengorganisasi

Keterampilan yang diperlukan dalam peran guru sebagai organisator selama pelajar

berlangsung adalah :

  • Memberikan orientasi umum tentang tujuan, tugas atau masalah-masalah yang

akan dipecahkan bersama.

  • Memvariasikan kegiatan yang mencakup penetapan rancangan kerja, peralatan,

cara kerja, aturan, dan waktu.

  • Membentuk kelompok yang tepat pada berbagai tugas dan kebutuhan siswa
  • Mengkoordinasikan kegiatan dengan cara melihat kemajuan serta penggunaan materi dan sumber sehingga dapat memberikan bantuan dengan tepat.
  • Membagi-bagi perhatian kepada berbagai tugas dan kebutuhan siswa sehingga guru siap datang membantu siapa saja yang memerlukannya.
  • Mengakhiri kegiatan dengan suatu kulminasi yang dapat berupa laporan hasil dan kesimpulan dari sebuah kegiatan.
  1. Keterampilan Membimbing dan Memudahkan Belajar

Keterampilan ini diperlukan untuk membantu siswa maju tanpa mengalami frustasi,

adapun beberapa keterampilan yang dapat menunjang adalah:

  • Memberikan penguatan secara tepat dan sesuai baik secara khualitas maupun kuantitas sehingga siswa merasa bahwa mereka diperhatikan.
  • Mengembangkan supervisi proses awal, yang dikerjakan dengan tujuan melihatapakah siswa sudah bekerja sesuai dengan arah, memberikan bantuan bila diperlukan dan lain sebagainya.
  • Mengadakan supervisi lanjut, dikerjakan setelah kegiatan berjalan lama, dan sifatnya selektif. Interaksi yang muncul dapat berupa memberikan bimbingan tambahan, melibatkan diri sebagai peserta untuk memotivasi siswa, memimpin diskusi, dan sebagai katalosator.
  • Mengadakan supervisi pemaduan, dikerjakan untuk mengetahui dan menilai sejauh mana tujuan telah dapat dicapai dalam rangka menyiapkan pelaksanaan rangkuman, dan pemantapan. Pada akhirnya siswa dapat saling belajar serta memperoleh wawasan yang menyeluruh tentang kegiatan tersebut.
  1. Keterampilan Merencanakan dan Melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar

Keterampilan ini meliputi :

  • Membantu siswa menetapkan tujuan pelajaran
  • Merencanakan kegiatan belajar bersama siswa.
  • Berperan sebagai penasehat bagi siswa bila perlu.
  • Membantu menilai pencapaian dan kemajuan
  1. PRINSIP – PRINSIP
  • Prinsip-prinsip penggunaan keterampilan pengajaran perorangan adalah sebagai berikut
  1. Pendidik perlu mengenal peserta didik secara pribadi, sehingga kondisi belajar dapat diatur dengan tepat
  2. Peserta didik bekerja bebas dengan bahan yang telah siap pakai seperti: modul, paket belajar, atau dengan bahan yang telah disiapkan oleh pendidik sendiri
  3. Tidak semua mata kuliah cocok disajikan secara perorangan
  • prinsip-prinsip penggunaan keterampilan pengajaran kelompok kecil adalah sebagai berikut:
  1. Ciri-ciri kelompok:
    1) Memiliki keanggotaan yang jelas
    2) Terdapat kesadaran kelompok
    3) Memiliki tujuan bersama
    4) Saling tergantung dalam memenuhi kebutuhan
    5) Ada interaksi dan komunikasi antar anggota
    6) Ada tinakan bersama
  2. Kualitas kelompok diharapkan berperan secara positif.

1) Terjadi hubungan yan gakrab di antara sesama anggota
2) Terjadi hubungan yang erat dan kompak di antara anggota kelompok
3) Para anggota memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi
4) Para anggota memiliki rasa kebersamaan yang kuat

  1. Pedoman pelaksanaan.
    1. Pembentukan kelompo
  • Sebaiknya jumlah anggota kelompok antara 5-7 orang, dengan pertimbangan bahwa semakin banyak angota, maka semakin berkurang efetivitas dan aktivitas belajar setiap anggota.
  • Pembentukan kelompok berdasarkan minat, pengalaman dan prestasi belajar
  • Perencanaan tugas kelompok
  • Persiapan dan perencanaan
    1. Kita perlu menyiapkan dan merencanakan pengaturan tempat, ruangan, alat dan sumber belajar yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran secara efektif bagi setiap kelompok
  1. Pelaksanaan
    • Pelajaran diawali dengan pertemuan klasikal, untuk memberikan informasi umum kepada semua peserta didik.
    • Pendidik meminta setiap kelompok untuk melaksanakan tugas di tempat yang tersedia.
    • Pendidik melakukan supervisi dan mengikuti perkembangan proses pembelajaran dalam kelompok.

Sumber :

http://muhamad-bhasor.blogspot.com/2010/08/ketrampilan-dasar-mengajar-perorangan.html

https://docs.google.com/file/d/0B34g7BoK6VbxVU9EUnNXRUQzUmM/edit?pli=1

http://teteheva.blogspot.com/2013/03/keterampilan-mengajar-kelompok-kecil.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s