Anotasi Buku Educational Leadership, A Problem Based Approach (second edition)

Educational Leadership, A Problem Based Approach (second edition)

Cecep Kustandi

Judul Buku                     : Educational Leadership, A Problem Based Approach (second edition)

Pengarang                       : William G. Cunningham dan Paula A. Cordeiro

Tahun Terbit                  : 2003

Penerbit                          : University of Sandiego

Tempat Terbit                : San Diego, Amerika Serikat

Jumlah Halaman          : 412 Halaman


 

Tujuan Penulisan Buku:

Buku ini ditulis sebagai acuan yang lengkap dalam bidang administrasi kependidikan. Buku ini memberi gambaran menyeluruh tentang bagaimana sekolah dan administrator bisa beroperasi secara efektif dan sukses dalam menghadapi tantangan-tantangan baru pada abad ke 21.

 

Pokok Bahasan:

Buku ini terdiri dari 12 bagian. Dengan pokok bahasan sebagai berikut:

 

Bagian Kesatu :

Membahas tentang teori administrasi dan tanggung jawab kepemimpinan. Inti nya, disini dijelaskan bahwa kepemimpinan terdiri dari penyediaan informasi dan pengetahuan, menjaga interaksi, menciptakan kesejajaran baru, menghubungkan orang-orang, secara kontinyu memperbaiki dan mempelajari, menilai hasil-hasil, mempertahankan  kapasitas,  dan melembagakan perbaikan-perbaikan. Generalisasinya adalah mampukah pemimpin-pemimpin pendidikan mempromosikan kesuksesan semua peserta didik?, ini adalah inti yang memandu tindakan administratif dan tindakan keorganisasian.

 

Bagian Kedua:

Membahas tentang konteks dan perspektif untuk pemimpin kependidikan. Intinya, disini dijelaskan bahwa keterlibatan pemerintah dan negara dalam pendidikan terpusat pada keunggulan pendidikan dan kesempatan kependidikan. Secara lebih jauh diungkapkan bahwa keunggulan pendidikan berupaya mencari standar yang lebih tinggi, memperkokoh kurikulum, dan mengembangkan disiplin. Sedangkan kesempatan pendidikan berupaya untuk memperbaiki kehadiran di sekolah, memberikan layanan yang diperlukan, dan memastikan bahwa semua orang mendapat kesempatan belajar yang sama.

 

Bagian Ketiga:

Membahas tentang reformasi sekolah. Di sini dibahas tentang konteks reformasi sekolah, program-program inovatif, dan cara memanfaatkan teknologi. Intinya, di sini dijelaskan bahwa inovasi diperlukan untuk keberlangsungan organisasi. Inovasi memerlukan dukungan dari semua pihak dan komunikasi menjadi hal yang sangat penting untuk dikembangkan dan dipertahankan. Hal ini mencakup pertemuan stakeholder, sharing informasi, update lanjutan, survey, forum-forum terbuka, dan lain-lain.

 

Bagian Keempat:

Membahas tentang keragaman budaya dan hubungan-hubungan masyarakat. Dalam bagian ini dibahas tentang adanya pertentangan budaya sekolah di Amerika, serta hal-hal lainnya yang berkenaan dengan pertentangan rasial dan diskriminasi. Intinya, bab ini menjelaskan bahwa diperlukan sebuah perspektif multikulturalisme dalam berbagai bidang sebagai sebuah solusi untuk mengatasi masalah perbedaan ras. Juga dijelaskan bahwa perlu diciptakan program-program baru yang didukung oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat.

 

Bagian Kelima:

Membahas tentang kepemimpinan dan struktur keorganisasian sekolah kabupaten. Di bagian ini dibahas peran pemerintah daerah, manajemen sekolah, badan sekolah, operasional kantor pusat dan administrator sekolah. Intinya, di sini dijelaskan bahwa peran dari mereka yang bertanggung jawab atas pendidikan telah berubah. Hasrat untuk mengembangkan sekolah yang responsif terhadap kebutuhan siswa dan keluarga telah menghasilkan sebuah gerakan terhadap desentralisasi serta responsivitas yang lebih besar.

 

Bagian Keenam:

Membahas tentang kepemimpinan sekolah yang sukses. Bagian ini membahas tentang cara menilai karakteristik kependidikan, paradigma kependidikan, dan analisis instrument kepemimpinan. Teori-teori kepemimpinan, dan ancaman kepemimpinan. Intinya, di sini dibahas mengenai hal-hal yang berpotensi menyukseskan kepemimpinan seperti kecerdasan, kreativitas, diplomasi, pengetahuan, organisasi, dan kemampuan bersosialisasi.

 

Bagian Ketujuh:

Membahas tentang dimensi moral dan etika dari kepemimpinan. Bagian ini membahas tentang tujuan kepemimpinan, menciptakan masyarakat, tantangan etika dari administrator kependidikan, dan membangun platform kependidikan. Intinya, di sini dijelaskan bahwa konsepsi-konsepsi kepemimpinan seperti transformasi, keberlayanan berbasis prinsip. Di sini mereka bisa mengembangkan standarisasi dari praktik yang baik, dan memperbaiki skill mereka sebagai etika pemimpin melalui beragam aktivitas.

 

Bagian Kedelapan:

Membahas tentang pengembangan program, penyajian, dan penilaian. Bagian ini membahas tentang konsep prestasi akademik, pendekatan belajar mengajar, desain kurikulum dan pemrograman kependidikan, perubahan kurikuler dan pembelajaran, serta perbaikan dan evaluasi program. Intinya, disini dijelaskan bahwa kurikulum memberikan sebuah statement tentang apa itu pengetahuan, skill, dan perspektif moral yang harus dikuasai oleh siswa di sekolah. Bahwa evaluasi program sebagai sebuah proses pengambilan keputusan yang secara terus menerus muncul dan merubah kebutuhan-kebutuhan siswa, masyarakat, dan materi yang akan diajarkan.

 

Bagian Kesembilan:

Membahas tentang layanan-layanan individu siswa. Bagian ini membahas tentang program-program layanan sekolah untuk siswa dengan guru dan administrator sekolah sebagai tim. Di sini dijelaskan betapa siswa diperlakukan secara individu dengan diberi pelayanan penuh yang memperhatikan kesehatan, keamanan, dan kemampuan siswa. Selain itu, bakat siswa disalurkan melalui kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler.

 

Bagian Kesepuluh:

Membahas tentang manajemen sumber daya manusia. Bagian ini membahas tentang analisis dan klasifikasi pekerjaan, dan perencanaan staff. Rekrutmen, pemilihan, pendekatan alternatif dalam pemilihan, penilaian dan evaluasi kinerja, pengembangan staff dan pengembangan keorganisasian, serta upah dan pertimbangan-pertimbangan gaji. Intinya, disini dibahas segala sesuatu yang berkenaan dengan manajemen di sebuah organisasi, pertimbangan keanggotaan, kinerja, pendekatan yang memungkinkan terjaminnya kesejahteraan anggota lembaga dan prestasi pekerja.

 

Bagian Kesebelas:

Membahas tentang sekolah dan hukum dan peraturan. Dalam bab ini dibahas mengenai sistem hukum di AS untuk sekolah, serta berbagai isu tentang hukum persekolahan di AS. Intinya, Negara memiliki wewenang secara penuh untuk membuat regulasi tentang sekolah, mempengaruhi penyelenggaraanya, serta dalam hal evaluasinya sebagai bahan koreksi untuk pembaharuan.

 

Bagian Keduabelas:

Membahas tentang sumber alokasi dan manajemen. Dalam bab ini dibahas tentang pendanaan sekolah, keterlibatan pemerintah federal dalam pembiayaan sekolah, keterlibatan Negara dan pemerintah local dalam pembiayaan sekolah. Intinya, disini dijelaskan bahwa penyelenggaraan sekolah dipengaruhi oleh pendanaan dari Negara, pemerintah, dan stakeholder.

 

Kekhasan dari buku ini:

Buku ini memberikan deskripsi panjang lebar mengenai keberlangsungan sekolah. Terutama dalam hal pendanaannya. Dengan buku ini, pembaca disuguhi dengan sebuah tinjauan integratif tentang praktik-praktik administrasi berbasis pengetahuan dan penelitian, dalam sebuah konteks pemikiran yang beragam dan perspektif yang luas.

 Cecep Kustandi

Rekomendasi:

Buku ini sangat baik untuk dibaca oleh kepala sekolah, administrasi sekolah, dan dinas/suku dinas  pendidikan, bahkan kementerian pendidikan karena secara panjang lebar membahas pemberdayaan sekolah dari sudut pandang administratif organisasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s