PENGERTIAN PENDEKATAN, STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN

img_3110

Oleh: Cecep Kustandi

cecepkustandi@yahoo.com

  1. Pengertian Pendekatan, Strategi, Dan Metode Pembelajaran

Pendekatan, strategi dan metode pembelajaran merupakan hal yang penting untuk dipahami. Terutama dalam penguasaan konsepsional terhadap pembelajaran.

Menurut W. Gulo (2002), mengemukakan bahwa, pendekatan pembelajaran adalah suatu pandangan dalam mengupayakan cara siswa berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut Wahjoedi, pendekatan pembelajaran adalah cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku siswa agar ia dapat aktif melakukan tugas belajar sehingga dapat memperoleh hasil belajar secara optimal.

Sementara Roy Kellen (1998) menyatakan bahwa terdapat dua pendekatan pembelajaran, yaitu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran diskoveri.

Berkenaan dengan strategi pembelajaran, terdapat berbagai pendapat sebagaimana dikemukakan oleh para ahli pembelajaran (instructional technologist), diantaranya :

  • Kozma dalam Gafur (1989) menjelaskan, bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya suatu tujuan pembelajaran tertentu.
  • Gerlach dan Ely (1980) , menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu, meliputi sifat, lingkup, dan urutan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik.
  • Kemp (1995), strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Dari pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dipilih yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa untuk tercapainya  suatu tujuan pembelajaran tertentu.

Upaya mengimplementasikan rencana pembelajaran yang telah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun dapat tercapai secara optimal, maka diperlukan suatu metode pembelajaran yang digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Jadi, metode pembelajaran adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan suatu strategi pembelajaran, sehingga suatu strategi pembelajaran dapat menggunakan beberapa metode. Misalnya, untuk melaksanakan strategi ekspositori bisa digunakan metode ceramah sekaligus metode tanya jawab atau bahkan diskusi dengan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia termasuk menggunakan media pembelajaran.

Dalam kegiatan belajar mengajar seorang guru tidak harus terpaku dalam menggunakan berbagai metode agar proses belajar mengajar berjalan tidak membosankan, tetapi bagaimana mengikat perhatian anak didik. Namun disisi lain penggunaan berbagai metode akan sulit membawa keberuntungan atau manfaat dalam kegiatan belajar mengajar, bila penggunaannya tidak sesuai dengan situasi dan kondisi yang mendukungnya, serta kondisi psikologi anak didik. Maka dari itu disini guru dituntut untuk pandai-pandai memilih metode yang tepat.

  1. Strategi Pembelajaran Ekspositori Dan Discovery
  2. Strategi Pembelajaran Ekspositori

Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Strategi pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru, dikatakan demikian sebab dalam strategi ini guru memegang peranan yang sangat penting atau dominan. Dengan menggunakan strategi pembelajaran ekspositori terdapat beberapa keunggulan dan kelemahan di dalam menggunakan strategi ini, yaitu:

  1. Keunggulan
  • Dengan strategi pembelajaran ekspositori guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, dengan demikian ia dapat mengetahui sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan.
  • Strategi pembelejaran ekspositori dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai siswa cukup luas, sementara waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas.
  • Melalui strategi pembelajaran ekspositori selain siswa dapat mendengarkan melallui penuturan tentang suatu materi pelajran juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi).
  • Strategi pembelajaran ekspositori ini bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam strategi pembelajaran ekspositori ini dilakukan dengan metode ceramah, namun tidak berarti proses penyampaian tanpa tujuan pembelajaran. Karena itu sebelum strategi ini diterapkan terlebih dahulu guru harus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Hal ini sangat penting untuk dipahami, karena tujuan yang spesifik memungkinkan untuk bisa mengontrol efektivitas penggunaan strategi pembelajaran.

  1. Kelemahan
  • Strategi pembelajaran ini hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik, untuk siswa yang tidak memiliki kemampuan seperti itu perlu digunakan strategi yang lain.
  • Strategi ini tidak mungkin dapat melayani setiap perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, pengetahuan, minat dan bakat serta gaya belajar.
  • Karena strategi lebih banyak diberikan melalui ceramah, maka akan sulit mengembangkan kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal serta kemampuan berfikir kritis.
  • Keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori sangat tergantung kepada apa yang dimiliki guru seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, antusiasme, motivasi dan berbagai kemampuan seperti kemampuan berkomunikasi dan kemampuan mengelola kelas, tanpa itu sudah pasti proses pembelajaran tidak mungkin berhasil.

Oleh karena itu, gaya komunikasi strategi pembelajaran ekspositori lebih banyak terjadi satu arah, maka kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa sangat terbatas pula. Di samping itu, komunikasi satu arah bisa mengakibatkan pengetahuan yang dimiliki siswa akan terbatas pada apa yang diberikan guru.

  1. Strategi Pembelajaran Discovery

Strategi pembelajaran discovery adalah strategi belajar dengan cara menemukan. Menurut strategi ini proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu aturan (termasuk konsep, teori, definisi dan sebagainya) melalui contoh-contoh yang menggambarkan aturan yang menjadi sumbernya. Srtategi pembelajaran ini menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa sehingga dalam strategi ini siswa menjadi lebih aktif karena siswa sendiri yang mencari dan menemukan suatu pengetahuan sedangkan guru hanya sebagai pembimbing.

Strategi pembelajaran discovery ini memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu:

  1. Kelebihan
  • Dengan menggunakan strategi ini, siswa dapat mengembangkan pengatahuannya dengan cara menemukan sendiri pengetahuan tersebut.
  • Dapat menyebabkan ingatan bertahan lama. Karena biasanya sesuatu hal/pengetahuan yang didapat dari pengalaman atau penemuan sendiri akan bertahan lama di dalam otak siswa dibandingkan diberi tahu oleh orang lain.
  • Dapat mencegah terjadinya verbalisme, karena pengetahuannya didapat dari penemuan sendiri.
  1. Kekurangan
  • Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik.
  • Bila kelas terlalu besar, menggunakan strategi ini akan kurang berhasil.
  • Strategi pembelajaran ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama karena setiap siswa pasti memiliki waktu yang berbeda untuk memahami suatu pengetahuan, sehingga strategi ini tidak bisa diterapkan jika materi yang harus dikuasai siswa itu banyak dan dalam waktu yang singkat.

REFERENSI

Siregar, Eveline dan Hartini Nara. 2011. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia

Rusman.2011.Model-Model Pembelajaran.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s