PEMBELAJARAN TEMATIK/TERPADU

sm3t-4

Oleh: Cecep Kustandi

cecepkustandi@yahoo.com

Secara filosofis kemunculan pembelajaran terpadu sangat dipengaruhi oleh tiga aliran berikut : (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. Progesivisme secara singkat beranggapan bahwa proses pembelajaran pada umumnya perlu menekankan pada: (a) pembentukan kreativitas, (b) pemberian sejumlah kegiatan, (c) suasana yang alamiah, dan (d) memperhatikan pengalaman siswa.  

Konstruktivisme beranggapan bahwa pengalaman langsung siswa adalah kunci dalam pembelajaran. Dengan kata lain, aliran konstruktivisme mengatakan bahwa pengetahuan, keterampilan dan perilaku seseorang diperoleh dari pembentukan (konstruksi) hal-hal tersebut melalui interaksi dengan obyek itu sendiri atau melalui pengalaman langsung. Humanisme menganggap bahwa siswa adalah: (a) memiliki keunikannya sendiri, (b) potensi, dan (c) motivasi masing-masing.

Pembelajaran terpadu menurut Atkison sebagai suatu aplikasi salah satu strategi pembelajaran berdasarkan pendekatan kurikulum terpadu yang bertujuan untuk menciptakan atau membuat proses pembelajaran secara relevan dan bermakna bagi anak.

Menurut Wiryawan (Pikiran Rakyat, 11 April 2003) pembelajaran terpadu merupakan metode pengorganisasian pembelajaran yang menggunakan beberapa bidang mata pelajaran yang sesuai. Sementara Cohen dan Manion mengatakan  pembelajaran terpadu adalah kegiatan belajar yang terorganisasikan secara lebih terstruktur yang bertolak pada tema-tema tertentu atau pelajaran tertentu sebagai titik pusatnya (center core/center of interest).

Pengertian pembelajaran terpadu menurut Collins dan Dixon  menyatakan “Integrated learning occurs when an authentic event or exploration of a topic in the driving force in the curriculum” (pembelajaran terpadu terjadi ketika dilakukannya penjelajahan pada sebuah topik sebagai penggerak dari sebuah kurikulum). Menurut Prabowo (2002:2), pembelajaran terpadu adalah suatu proses pembelajaran atau pendekatan belajar mengajar yang melibatkan/mengaitkan berbagai bidang studi. Semiawan (1995), pembelajaran terpadu merupakan suatu proses pembelajaran yang mengaitkan topik/tema tertentu sebagai pusat minat dengan unsur lain dari mata pelajaran lain sehingga membentuk suatu keseluruhan yang bermakna yang sesuai dengan relevansi topic/tema yang dibahas.

Dari beberapa pengetian pembelajaran terpadu yang te;ah dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Terpadu Pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai beberapa ciri yaitu : berpusat pada anak (student centered), proses pembelajaran mengutamakan pemberian pengalaman langsung, serta pemisahan antar bidang studi tidak terlihat jelas. Disamping itu pembelajaran terpadu menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam satu proses pembelajaran. Kecuali mempunyai sifat luwes, pembelajaran terpadu juga memberikan hasil yang dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.

Secara umum pembelajaran terpadu pada prinsipnya terfokus pada pengembangan perkembangan kemampuan siswa secara optimal, oleh karena itu dibutuhkan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran. Melalui pembelajaran terpadu siswa dapat pengalaman langsung dalam proses belajarnya, hal ini dapat menambah daya kemampuan siswa semakin kuat tentang hal-hal yang dipelajarinya.

Pembelajaran terpadu juga suatu model pembelajaran yang dapat dikatakan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Dikatakan bermakna pada pembelajaran terpadu artinya, siswa akan memahami konsep-konep yang mereka pelajari itu melalui pengalaman langsung dan menghubungkan dengan konsep yang lain yang sudah mereka pahami.

Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Tim Pengembang D-2 PGSD dan S-2 Pendidikan Dasar (1997 : 17) yang mengatakan bahwa ” pembelajaran terpadu adalah suatu pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman bermakna kepada siswa”.

Pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik individu maupun kelompok aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik (melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan), bermakna dan otentik.

Tujuan Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu dikembangkan selain untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, diharapkan peserta didik juga dapat:

  • Meningkatkan pemahaman konsep yang dipelajarinya secara lebih bermakna.
  • Mengembangkan keterampilan menemukan, mengolah dan memanfaatkan informasi.
  • Menumbuhkembangkan sifat positif, kebiasaan baik dan nilai nilai luhur yang diperlukan dalam kehidupan
  • Menumbuhkembangkan keterampilan sosial seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, serta menghargai pendapat orang lain.
  • Meningkatkan gairah dalam belajar.

Karakteristik Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu memiliki beberapa macam karakteristik, diantaranya:

  1. Berpusat pada anak (studend centerd).
  2. Memberi pengalaman langsung pada anak.
  3. Pemisahan antara bidang studi tidak begitu jelas.
  4. Menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam suatu proses pembelajaran.
  5. Bersifat luwes.
  6. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.

Menurut Depdikbud (1996:3) pembelajaran terpadu mempunyai karakteristik berikut:

  1. Holistik

Suatu gejala atau fenomena yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu di amati dan dikaji dari beberapa bidang kajian sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak.

  1. Bermakna

Pengkajian suatu fenomena dari berbagai aspek, memungkinkan terbentuknya semacam jalinan antar konsep-konsep yang berhubungan yang disebut skemana. Ini akan berdampak pada kebermaknaan dari materi yang di pelajari.

  1. Otentik

Pembelajaran terpadu memungkinkan siswa memahami secara langsung prinsip dan konsep yang ingin dipelajarinya melalui kegiatan belajar secara langsung. Mereka memahami dari hasil belajar sendiri, informasi dan pengetahuan yang di peroleh sifatnya menjadi otentik.

  1. Aktif

Pembelajaran terpadu menekankan keaktifan siswa dalam pembelajaran baik secara fisik maupun mental, intelektual, maupun emosional guna tercapai hasil belajar optimal dengan mempertimbangkan hasrat, minat, dan kemampuan siswa sehingga termotivasi untuk terus belajar.

Alasan-alasan yang mendasari penggunaan pembelajaran terpadu karena berdasarkan berbagai studi, menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu:

1) sesuai dengan cara pandang siswa dalam memperhatikan atau mempelajjari aspek kehidupan

2) pembelajaran terpadu memungkinkan untuk melihat keterkaitan dan hubungan dari setiap mata pelajaran yang bisa jadi memang berdekatan

3) dapat memberi irama dala proses belajar siswa, sehingga gaya dan tingkatan proses belajar siswa tidak selalu dihambat dengan adanya mata pelajaran yang secara konstan selalu berganti

4) siswa mendapat kesempatan untuk mengikuti lingkaran proses belajar mereka sendiri. Guru harus dapat menerapkan pembelajaran yang efektif dan efisien bagi siswa sehingga siswa kita dapat berkembang serta dapat meningkatkan kemampuannya dengan baik.

Pencapaian siswa dengan perkembangan pembelajaran terpadu selain untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebagai berikut ;

  1. meningkatkan pemahaman konsep yang dipelajarinya secara lebih bermakna.
  2. mengembangkan keterampilan menemukan, mengolah dan memanfaatkan informasi.
  3. menumbuhkembangkan sikap positif, kebiasaan baik, dan nilai-nilai luhur yang diperlukan dalam kehidupan.
  4. menumbuhkembangkan keterampilan sosial seperti kerja sama, toleransi, komunikasi, serta menghargai pendapat orang lain.
  5. meningkatkan gairah dalam belajar.
  6. memilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

Manfaat Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu sebagai pendekatan pembelajaran memiliki beberapa manfaat sebagai berikut :

  1. Banyak topik-topik yang tertuang disetiap mata pelajaran mempunyai keterkaitan konsep dengan yang dipelajari siswa.
  2. Pada pembelajaran terpadu memungkinkan siswa memanfaatkan keterampilannya yang dikembangkan dari mempelajari keterkaitan antar mata pelajaran.
  3. Pembelajaran terpadu melatih siswa untuk semakin banyak membuat hubungan inter dan antar mata pelajaran, sehingga siswa mampu memproses informasi dengan cara yang sesuai daya pikirnya dan memungkinkan berkembangnya jaringan konsep-konsep.
  4. Pembelajaran terpadu membantu siswa dapat memecahkan masalah dan berpikir kritis untuk dapat dikembangkan melalui keterampilan dalam situasi nyata.
  5. Daya ingat (retensi) terhadap materi yang dipelajari siswa dapat ditingkatkan dengan jalan memberikan topik-topik dalam berbagai ragam situasi dan berbagai ragam kondisi.
  6. Dalam pembelajaran terpadu transfer pembelajaran dapat mudah terjadi bila situasi pembelajaran dekat dengan situasi kehidupan nyata.

Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu

Adapun kelebihan-kelebihan pembelajaran terpadu diantaranya:

  1. Pengalaman dan kegiatan belajar anak akan selalu relevan dengan tingkat perkembangan anak.
  2. Kegiatan yang dipilih sesuai dengan dan bertolak pada minat dan kebutuhan anak.
  3. Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi anak sehingga hasil belajar akan dapat bertahan lebih lama.
  4. Pembelajaran Terpadu menumbuh kembangkan keterampilan berpikir anak.
  5. Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui dalam lingklungan anak.
  6. Menumbuh kembangkan keterampilan sosial anak seperti kerja sama, toleransi, komunikasi dan respek terhadap gagasan orang lain.

Adapun kelebihan-kelebihan pembelajaran terpadu diantaranya:

Selain kelebihan pembelajaran terpadu juga memiliki keterbatasan terutama pada pelaksanaannya dan aspek evaluasi yang lebih banyak menuntut guru untuk melakukan evaluasi tidak hanya terhadap hasil tetapi juga terhadap proses.

  1. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas, memiliki kreativitas tinggi, keterampilan metodologis yang handal, rasa percaya diri yang tinggi, dan berani mengemas dan mengembangkan materi. Secara akademik, guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada bidang kajian tertentu saja. Tanpa kondisi ini, maka pembelajaran terpadu akan sulit terwujud.
  2. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”, baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. Hal ini terjadi karena model pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai), kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan), kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). Bila kondisi ini tidak dimiliki, maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan.
  3. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi, mungkin juga fasilitas internet. Semua ini akan menunjang, memperkaya, dan mempermudah pengembangan wawasan. Bila sarana ini tidak dipenuhi, maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat.
    Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes, berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi, metode, penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik.
    5. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif), yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa bidang kajian terkait yang dipadukan. Dalam kaitan ini, guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif, juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain, bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda.
    Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu bidang kajian dan ‘tenggelam’nya bidang kajian lain. Dengan kata lain, pada saat mengajarkan sebuah TEMA, maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman, selera, dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Siregar, Eveline dan Nara, Hartini. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Ghalia Indonesia

http://www.slideshare.net/ginagusrihandayani/model-pembelajaran-terpadu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s