FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI

PAUD Bina Insani Karangjambu

Oleh: Cecep Kustandi

cecepkustandi@yahoo.com

  1. Faktor – faktor yang mempengaruhi motivasi siswa

Dalam buku Belajar dan Pembalajaran, Ali Imron (1996) mengemukakan enam unsur atau faktor yang mempengaruhhi motivasi dalam proses pembalajaran. Keenam faktor tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Cita – cita

Cita – cita merupakan salah satu faktor yag mempengaruhi motivasi belajar. Hal ini dapat dimati dari banyaknya kenyataan , bahwa motivasi seorang siswa menjadi begitu tinggi ketika ia sebelumnya sudah memiliki cita – cita. Implikasinya dapat terlihat dalam proses pembalajaran, misalnya seseorang yang memiliki cita – cita menjadi seorang dokter, maka akan terlihat motivasi yang begitu kuat untuk sungguh – sungguh belajar, bahkan untuk menguasai lebih sempurna mata pelajaran – mata pelajaran yang behubungan dengan kepentingannya untuk menjadi dokter. Begitu juga terjadi pada cita – cita yang lainnya.

  1. Kemampuan Siswa

Kemampuan siswa juga menjadi faktor penting dalam mempengaruhi motivasi. Seperti dapat dipahami bersama bahwa setiap manusia mempunyai kemampuan yang berbeda – beda. Karena itu, seseorang yang memiliki kemampuan dibidang tertentu, belum tentu memiliki kemampuan dibidang lainnya. Kemampuan siswa juga demikian, kolerasiya dengan motivasi akan terlihat ketika si siswa mengetahui bahwa kemampuannya ada pada bidang tertentu, sehingga ia akan termotivasi dengan kuat untuk terus menguasai dan mengembangkan kemampuannya dibidang tersebut. Misalnya, ia lebih mampu dibidang ekonomi maka motivasi untuk menguasai bidang ekonomi akan lebih besar.

  1. Kondisi Siswa

Kondisi siswa juga menjadi faktor yang mempengaruhi motivasi . Hal ini dapat terlihat dari kondisi fisik maupun kondisi psikis siswa. Pada kondisi fisik, hubungannya dengan motivasi dapat dilihat dari keadaan fisik seseorang. Jika kondisi fisik sedang kelelahan, maka akan cendrung memiliki motivasi yang rendah untuk belajar atau melakukan berbagai aktivitas. Sementara, jika kodndisi fisik sehat dan segar bugar maka akan cendrung memiliki motivasi yang tinggi. Selain kondisi fisik, maka dapat juga diamati dari kondisi psikis. Hal ini dapat terllihat jika seseorang kondisi psikisnya sedang tidak bagus misalnya sedang stres maka motivasi juga akan menurun tetapi sebaliknya jika kondisi psikologis seseorang dalam keadaan bagus, gembira, atau menyenangkan maka kecendrungan motivasinya akan tinggi.

  1. Kondisi Lingkungan Siswa

Kondisi lingkungan siswa sebagai faktor yang mempengaruhi motivasi, dapat diamati dari lingkungan fisik dan lingkungan sosial yang mengitari si siswa. Misalnya, lingkungan fisik yang tidak nyaman untuk belajar akan berdampak pada menurunnya motivasi belajar. Selain itu, lingkungan sosial yang ada disekitar siswa seperti teman sepermainanya, lingkungan keluarganya, atau teman sekelasnya. Lingkungan sosial yang tidak menunjukkan kebiasaan belajar dan mendukung kegiatan belajar akan berpengaruh terhadap rendahnya motivasi belajar, tetapi jika sebaliknya, maka akan berdampak pada meningkatnya motivasi belajar.

  1. Unsur – unsur Dinamis Belajar / Pembeljar

Faktor dinamisasi belajar juga mempengaruhi motivasi. Hal ini dapat diamati pada sejauh mana upaya memotivasi tersebut dilakukan bagaimana juga dengan bahan pelajaran, alat bantu belajar, suasana belajar dan sebagainya yang dapat mendinamisasi proses pembalajaran. Makn dinamis suasana belajar, maka cendrung akan semakin memberi motivasi kuat dalam proses pembalajaran.

  1. Mengoptimalkan pemanfaatan upaya guru dalam membelajarkan pelajaran

Hal ini juga menjadi faktor yang mempengaruhi motivasi. Jika guru tidak bergairah dalam proses pembalajaran maka akan cendrung menjadikan siswa atau pe,belajar tidak memiliki motivasi belajar, tetapi sebaliknya jika guru memiliki gairah dalam membelajarkan pembalajaran maka motivasi siswa akan lebih baik. Hal – hal yang disajikan secara menarik oleh guru juga menjadi sesuatu yang mempengaruhi tumbuhnya motivasi siswa atau pengalaman/ kemampuan yang telah dimiliki.

  1. Upaya – upaya Untuk Memotivasi Siswa

Dalam kenyataannya, motivasi dalam belajar kadangkala naik begitu pesat tetapi juga kadang turun secara drastis. Karena itu, perlu ada semacam upaya untuk memotivasi siswa. Ali Imron ( 1996 ) mengemukakan empat upaya yang dapat dilakukan oleh guru guna meningkatkann motivasi belajar siswa. Empat cara tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Mengoptimalkan Penerapan Prinsip – prinsip Belajar

Terkait  dengan hal tersebut, sejumlah prinsip – prinsip belajar yang harus dioptimalkan sebagai upaya untuk memotivasi dalam belajar. Prinsip – prinsip tersebut adalah prinsip perhatian, keaktfan,keterlibatan langsung, pengulangan belajar, rangsangan dan tantangan, pemberian balikan dan penguatan, prinsip perbedaan individual antar siswa. Untuk mengoptimalkan prinsip – prinsip tersebut, diperlukan strategi pembalajaran tepat yang menguppayakan agar mengurangi kendala – kenndala yang ditemui dalam proses optimalisasi tersebut.

  1. Mengoptimalkan Unsur – unsur Dinamis Pembalajaran

Optimalisasi unsur dinamis juga perlu dilakukan. Hal ini dapat dilaksanakan dengan cara perlunya kreativitas dalam menyiapkan alat – alat belajar bersama siswa. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan memanfaatkan sumber – sumber belajar di luar sekolah. Optimalisasi pengalaman maupun kemampuan siswa juga perlu dilakukan untuk memotivasi siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara,antara lain :

  1. Biarkan siswa menangkap sesuai kemampuan dan pengalamannya,
  2. Ketika pengalaman belajar saat ini dengan pengalaman masa lalu dan kemampuan si siswa,
  3. Lakukan panggilan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki siswa misalnya melalui tes lisan atau tulis, dan
  4. Beri kesempatan siswa untuk membandingkan apa yang sekarang dipelajari dengan kemampuan dan pengalaman yang telah dimilikinya.
  5. Mengoptimalkan pemanfaatan upaya guru dalam membelajarkan pelajaran

Hal ini juga menjadi faktor yang mempengaruhi motivasi. Jika guru tidak bergairah dalam proses pembalajaran maka akan cendrung menjadikan siswa atau pe,belajar tidak memiliki motivasi belajar, tetapi sebaliknya jika guru memiliki gairah dalam membelajarkan pembalajaran maka motivasi siswa akan lebih baik. Hal – hal yang disajikan secara menarik oleh guru juga menjadi sesuatu yang mempengaruhi tumbuhnya motivasi siswa atau pengalaman/ kemampuan yang telah dimiliki.

  1. Mengembangkan Aspirasi Siswa

Cita – cita dan aspirasi juga penting dikembangkan sebagai upaya dalam memotivasi belajar si siswa. Setidaknya dapat tiga langkah yang perlu dilakukan, yaitu seperti berikut ini :

  1. Kenalilah aspirasi dan cita – cita si siswa.
  2. Komunikasikan hasil pengenalan tersebut kepada siswa dan orang tuanya.
  3. Buatlah program – program yang dapat mengembangkan cita – cita dan aspirasi siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Siregar, Eveline.2010.Teori Belajar dan Pembalajaran.Bogor:GhaliaIndonesia

http: //faktor-faktor-yang-mempengaruhi-belajar.xhtml

http:// penelitian-tindakan-kelas-upaya.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s