E-LEARNING

Picture31

Oleh: Cecep Kustandi

cecepkustandi@yahoo.com

  1. Pengertian E-learning

Semakin meningkatnya perkembangan zaman, maka semakin meningkatnya pula tehnologi yang ada. Tehnologi tersebut diantaranya dapat memberikan manfaat, seseorang dapat menggali ilmu pengetahuan di manapun dia berada dan kapanpun. Oleh karena itu, proses pembelajaran yang mempermudah seseorang melakukan pembelajaran disebut peruses pembelajaran e-learning.

Berikut beberapa definisi e-learning :

  • E-learning berasal dari perpadanan dua kata yakni ‘e’ dan ‘learning’. ‘e’ merupakan singkatan dari electronic dan learning adalah pembelajaran. Jadi e-learning secara harfiah dapat diartikan sebagai pembelajaran yang menggunakan media elektronik, khususnya perangkat komputer.
  • Merujuk pada pernyataan Soekartawi (dalam Dewi Salma P dan Eveline Siregar, 2004) bahwa e-learning dapat diartikan sebagai pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelit atau computer.
  • E-learning merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi , misalnya internet, video/audiobroadcasting, video/audioconferencing, CD-ROOM (secara langsung dan tidak langsung). Kegiatan e-learning termasuk dalam model pembelajaran individual.
  • Thomson, Ganxglass, dan Simon (dalam Siahaan, 2004) bahwa e-learning merupakan suatu pengalaman belajar yang disampaikan melalui teknologi elektronika. Secara utuh e-learning (pembelajaran elektronik) dapat didefenisikan sebagai upaya menghubungkan pembelajar (peserta didik)  dengan sumber belajarnya (database, pakar/instruktur, perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi secara (secara langsung/synchronous dan secara tidak langsung/asynchronous).
  • Menurut Loftus (2001) dalam Siahaan (2004) kegiatan e-learning lebih bersifat demokratis dibandingkan dengan kegiatan belajar pada pendidikan konvensional, karena peserta didik memiliki kebebasan dan tidak merasa khawatir atau ragu-ragu maupun takut, baik untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pendapat/tanggapan karena tidak ada peserta belajar lainnya yang secara fisik langsung mengamati dan kemungkinan akan memberikan komentar, meremehkan, atau mencemoohkan pertanyaan maupun pernyataannya.
  • Jaya Kumar C. Koran (2002)

E-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.

  • Dong (dalam Kamarga, 2002)

E-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat
elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.

  • Rosenberg (2001)

E-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

  • Darin E. Hartley [Hartley, 2001]

E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.

  • Com dalam Glossary of eLearning Terms [Glossary, 2001]

eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone.

Dari beberapa pengertian mengenai e-learning, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa e-learning merupakan proses pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran elektronik, seperti telepon, internet dan audiotep. Tujuan dari e-learning tersebut agar seorang siswa mampu mengemukakan hasil pemikirannya tanpa mikirkan akan cemoohan atau komentar orang-orang di sekelilingnya.

  1. Tipe-Tipe E-learning                     

Dari pendapat yang telah dikemukakan sebelumnya, maka banyak beberapa pemikiran yang mengemukakan penggunaan e-learning dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, berdasarkan penggunaannya, e-learning dapat diklasifikasikan kedalam dua tipe, yaitu, synchronous dan asynchronous. Berikut ini adalah penjelasan dari  kedua tipe e-learning tersebut.

  • Synchronous Learning

Synchronous  berarti “waktu yang sama”. Pembelajaran ini adalah tipe dimana pembelajaran eletronik dilakukan atau dilaksanakan pada saat yang sama dimana pengajar sedang mengajar, dan siswa sedang belajar. Hal tersebut memungkinkan terjadinya direct interraction atau interaksi langsung antara guru dan siswa, baik itu melalui internet, maupun melalui intranet. Penggunaan e-learning tipe ini biasanya digunakan pada konferensi yang pesertanya berasal dari beberapa daerah. Aktivitas tersebut dikenal juga dengan istilah ‘web conference‘ atau ‘webinar‘. Selain digunakan pada aktivitas tersebut, synchronous learning juga sering digunakan pada kelas online.

Synchronous learning mengharuskan guru dan siswa untuk mengakses sistem e-learning secara bersamaan. Singkatnya, e-learning tipe ini hampir sama dengan pembelajaran langsung di ruang kelas. Namun kelasnya bersifat virtual dan menggunakan media atau teknologi (komputer) yang terkoneksi internet atau intranet.

  • Asynchronous Learning

Asynchronous adalah lawan kata dari synchronous. Yaitu “tidak pada saat yang bersamaan”. Jadi, antara guru dan murid tidak harus mengakses sistem e-learning pada saat yang bersamaan. Penggunaan tipe e-learning ini sangatlah populer di dunia e-learning. Keuntungannya, guru dan siswa bebas mengakses sistem e-learning kapanpun dan dimanapun. Siswa dapat mulai belajar, mengumpulkan tugas, berdiskusi, dan menyelesaikan administrasi kelas/kuliah setiap saat. Meskipun tidak pada saat yang bersamaan dengan pembuatan atau penulisan materi dan tugas yang dilakukan oleh guru.

Merujuk pada tipe-tipe dalam e-learning, maka proses pembelajaran e-learning dapat dilakukan di kelas atau di luar kelas dan prosesnya dapat berjalan secara formal maupun informal. Selain itu, e-learnng juga dapat dilaksanakan dengan tatap muka antara peserta didik dengan pendidik.

  1. Penerapan dalam Pembelajaran

Penerapan media e-lerning dalam proses pembelajaran sangat banyak, karena media elektronik sangat banyak macamnya. Oleh karena itu, maka penulis menitik beratkan pada media internet.

Penerapan dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dalam tiga bentuk, yaitu :

  1. Web Course : Penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran di mana seluruh bahan belajar, diskusi, konsultasi, penguasaan, latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet. Hubungan atau komunikasi antara guru dan siswa dapat dilakukan setiap saat (baik secara asynchronous maupun synchronous). Proses pemelajaran sepenuhnya dilakukan melalui penggunaan internet, seperti e-mail, chatrooms, bulletin board dan online conference.
  2. Web Centric Course : Sebagian besar bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan disampaikan melalui internet. Sedangkan ujian dan sebagian konsultasi, diskusi dan latihan dilakukan secara tatap muka. Persentase tatap muka tetap lebih kecil dibandingkan persentase proses belajar melalui internet.
  3. Web Enhanced Course : Pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Dikenal juga dengan nama Web Lite Course karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas. Peranan internet di sini adalah untuk menyediakan bagi siswa isi pembelajaran (content) yang sangat kaya dan memberikan fasilitas hubungan (link) ke berbagai sumber belajar, fasilitas komunikasi dengan guru atau pembelajar. Persentase pembelajaran melalui internet lebih sedikit dibandingkan dengan pembelajaran secara tetap, karena penggunaan internet hanya untuk mendukung kegiatan pembelajaran tatap muka.

DAFTAR PUSTAKA

 e-dufiesta (2008) pengertian-e-learning .Dipetik Sabtu, 29 September 2012, 18.30 WIB, dari http://e-dufiesta.blogspot.com/2008/06/pengertian-e-learning.html

Fatamorgana(2010)definisi-e-learning.Dipetik Sabtu, 29 September 2012, 18.30 WIB, dari http://fatamorghana.wordpress.com/2010/11/19/definisi-e-learning/

Muhiminabd(2012)tipe-e-learning.html. Dipetik Sabtu, 29 September 2012 , 18.30 WIB, dari http://www.muhaiminabd.com/2012/04/tipe-e-learning.html

Siregar, Eveline; Nara, Hartini. (2010). Teori Belajar dan pembelajaran. Jakarta: GHALIA INDONESIA.

Yani, Ivo (2007). Penerapan E learning Dalam Pembelajaran. Dipetik Sabtu, 29 September 2012, 18.30 WIB, dari http://e-learning.bpplsp-reg-1.go.id/index.php?do=news&id=13.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s