SUMBER BELAJAR

kecerdasan-anak-paud

Oleh: Cecep Kustandi

cecepkustandi@yahoo.com

 

  1. Pengertian Sumber Belajar

Sumber Belajar didefinisikan oleh Ahmad Rohani sebagai segala apa (daya, lingkungan, pengalaman)yang dapat digunakan dan dapat mendukung proses atau kegiatan pengajaran secara efektif dan efisien dan dapat memudahkan pencapaian tujuan/belajar, tersedia (sengaja disediakan / dipersiapkan), baik yang langsung, ataupun tidak langsung, baik yang konkret atau abstrak

Menurut Arif S. Sadiman sumberbelajar adalah segala macam sumber yang ada diluar seorang (peserta didik) dan yang memungkinkan/memudahkan terjadinya proses belajar.

Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa sumber belajar adalah seegala sesuatu yang berada diluar diri siswa baik berupa orang maupun benda, pengalaman serta lingkungan yang dapat dipergunakan memudahkan proses belajar dan kegiatan pengajaran secara efektif dan efisien dalam bentuk abstrak atau konkret.

  1. Macam-macam Sumber Belajar
  2. Menurut Sifat Dasarnya
  3. Manusia (Human)

Manusia sebagai sumber belajar dibedakan menjadi: yang secara khusus dipersiapkan menjadi sumber belajar di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan yaitu para guru atau guru bantu dan ada juga mereka yang tidak dipersiapkan menjadi sumber belajar tapi dapat diberdayakan seperti ahli bank, pengusaha, artis, ulama’ para pekerja dan sebagainya.

  1. Non Manusia (Non-Human)

Yang termasuk sumber belajar non manusia yaitu pesan, teknik, lingkungan, benda-benda material, ruang dan tempat, alat dan perabot, serta kegiatan.

  1. Menurut Segi Pengembangannya
  2. a)    Direncanakan

Adalah sumber belajar yang dirancang khusus untuk mencapai tujuan pengajaran contoh: peta, globe, peta timbul dan sebagainya.

  1. b)   Tidak direncanakan

Adalah sumber belajar yang tidak dirancang secara khusus untuk mencapai tujuan pengajaran dan telah tersedia didalam maupun diluar lingkungan sekolah seperti: museum, masjid, pasar, taman,dan lain-lain.

  1. Berdasarkan Pendekatan Teknologi Instruksional
  2. Pesan

Adalah informasi/ ajaran yang disampaikan oleh komponen sumber belajar lainnya, meliputi: ide-ide, fakta dan lain-lain.

  1. Orang

Adalah yang bertindak sebagai penyimpan, pengolah dan penyaji pesan. Contoh: guru, dosen, tutor, siswa dan lain-lain

  1. Bahan

Adalah perangkat lunak yang dapat dijadikan penyampai pesan yang dapat disajikan kepada siswa melalui penggunaan alat ataupun oleh diri sendiri, contoh: film stripe, radio cassette, buku, dan lain-lain

  1. Alat

Adalah perangkat keras yang dipergunakan untuk menyampaikan yang tersimpan didalam bahan. Contoh: OHP, pesawat radio, pesawat televise, LCD, dan lain-lain.

  1. Teknik

Adalah prosedur atau panduan serta acuan yang dipersiapkan untuk penggunaan bahan, peralatan, orang serta lingkungan untuk penyampaian pesan. Contoh: cara belajar siswa aktif, keterampilan proses, dan lain-lain.

  1. Lingkungan

Adalah segala sesuatu yang berada disekitar siswa atau sekolah baik yang berbentuk fisik maupun non fisik. Contoh: gedung sekolah perpustakaan, penerangan, suasana belajar, dan lain-lain.

  1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan sumber belajar

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan sumber belajar adalah sebagai berikut:

  1. Ekonomis, yaitu biaya yang tersedia untuk pengadaan media, apakah harus membelai atau dibuat sendiri, sederhana atau kompleks, jangka panjang atau jangka pendek.
  2. Bersifat praktis dan sederhana dalam artian mudah dijangkau, mudah dilaksanakan, dan mudah didapatkan.
  3. Bersifat fleksibel (bisa dikembangkan dan dimodifikasi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
  4. Relevan dengan tujuan pengajaran dan komponen-komponen pengajaran lainnya.
  5. Dapat membantu efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan pengajaran
  6. Memiliki nilai posisitif baik guru maupun siswa dalam proses pengajaran
  7. Sesuai dengan strategi dan interaksi belajar mengajar yang telah dirancang dan kemudian dikembangkan.

Menurut Rohani (1997:59) ciri-ciri sumber belajar antara lain, yaitu:

  1. Sumber belajar harus mampu memberikan kekuatan dalam proses belajar mengajar, sehingga tujuan instruksional dapat tercapai secara maksimal
  2. Sumber belajar harus mampu mempunyai nilai-nilai instruksional edukatif yaitu dapat mengubah dan membawa perubahan yang sempurna terhadap tingkah laku sesuai dengan tujuan yang ada
  3. Dengan adanya klasifikasi sumber belajar, maka sumber belajar yang dimanfatkan mempunyai ciri-ciri sebagai beriku
  4. Tidak terorganisasi dan tidak sistematis baik dalam bentuk maupun isi
  5. Tidak mempunyai tujuan instruksional yang eksplisit
  6. Hanya digunakan menurut keadaan dan tujuan tertentu atau secara incidental
  7. Dapat digunakan untuk berbagai tujuan instruksional
  8. Sumber belajar yang dirancang mempunyai ciri-ciri yang spesifik sesuai dengan tersedianya media.
  9. Peranan sumber belajar dalam proses pembelajaran
  10. Meningkatkan produktifitas pendidikan, dengan jalan :
  11. Mempercepat laju belajar dan membantu guru dan dosen untuk menggunakan waktu secara lebih baik
  12. Mengurangi beban guru dan dosen dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah belajar peserta didik atau mahasiswa.
  13. Memberikan kemungkinan pendidikan yang bersifat individual, dengan jalan:
  14. Mengurangi control guru dan dosen yang kaku dan tradisional
  15. Memberikan kesempatan bagi para peserta didik/mahasiswa berkembang sesuai dengan kemampuannya
  16. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan jalan:
  17. Perencanaan program pendidikan yang lebih sistematis
  18. Pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian
  19. Lebih memantapkan pengajaran, dengan jalan :
  20. Meningkatkan kemampuan manusia dengan berbagai media komunikasi
  21. Penyajian informasi dan data secara lebih konkrit.
  22. Memungkinkan belajar secara seketika, karena dapat :
  23. Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya konkrit.
  24. Memungkinkan penyajian pendidikan lebih luas, terutama dengan adanya media massa, dengan jalan pemanfaatan bersama secara lebih luas tenaga ataupun keahlian yang langka; penyajian informasi yang mampu menembus batas geografis.

Dalam Pemanfataan sumber belajar ada beberapa langkah yang perlu dilakukan :

  1. Mengidentifikasi kebutuhan sumber daya
  2. Mengidentifikasi potensi sumber belajar yang ada dan dimanfaatkan untuk pembelajaran
  3. Pengelompokkan sumber belajar dalam kelompok
  4. Mencari dan menganalisis relevansi antara kelompok sumber belajar denga mata pelajaran yang dimiliki guru
  5. Menentuka materi dan kompetensi untuk pembelajaran
  6. Pemanfaatan sumber-sumber belajar dalam pembelajaran.

Peranan sumber belajar dalam proses pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Peranan sumber belajar dalam pembelajaran individual

Pola komunikasi dalam belajar individual sangat dipengaruhi oleh peranan sumber belajar yang dimanfaatkan dalam proses belajar. Titik berat pembelajaran individual adalah pada peserta didik, sedangkan guru mempunyai peranan sebagai penunjang atau fasilitator. Sehingga peranan sumber belajar sangat penting, pola komunikasi dalam pembelajaran individual adalah sebagai berikut:

Dalam pembelajaran individual terdapat tiga pendekatan yang berbeda yaitu :

  1. Front line teaching method, dalam pendekatan ini guru menunjukkan sumber belajar yang perlu dipelajari
  2. Keller Plan, yaitu pendekatan yang menggunakan teknik Personalized system of intruksional yang ditunjang dengan berbagai sumber berbentuk audio visual yang didesain khusus untuk belajar individual
  3. Method proyek, perama guru lebih cenderung sebagai penasehat disbanding pendidik, sehingga peserta didiklah yang bertanggung jawab dalam memilih, merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan belajar.
  4. Peranan sumber belajar dalam belajar klasikal

Pola komunikasi dalam belajar klasikal yang dipergunakan adalah komunikasi langsung antara guru dengan peserta didik. Hasil belajar sangat tergantung oleh kualitas guru, karena guru merupakan sumber belajar utama. Sumber lain seolah-olah tidak ada peranannya sama sekali, karena frekuensi belajar didominasi interaksinya dengan guru. Bentuk Komunikasi dapat digambarkan sebagai berikut:

Pemanfaatan sumber belajar selain guru, sangat selektif dan sangat kekat di bawah petunjuk dan kontrol guru, disamping itu guru sering memaksakan penggunaan sumber belajar yang kurang relevan dengan cirri-ciri peserta didik dan tujuan belajar.Keterbatasan penggunaan sumber belajar terjadi karena metode pembelajaran yang utama hanyalah metode ceramah.

  1. Peranan sumber belajar dalam belajar kelompok

Pola komunikasi dalam belajar kelompok, menurut Derek Rowntere  dalam bukunya Educational Technologi in curriculum Development (1982), menyajikan dua pola komunikasi yang secara umum ditetapkan dalam belajar yaitu pola:

  1. Buzz seasions (diskusi singkat) adalah kemampuan yang diperoleh peserta didk untuk didiskusikan singkat sambil jalan, sumber belajar yang digunakan adalah materi yang digunakan sebelumnya.
  2. Controllet discussion (diskusi dibawah kontrol guru), sumber belajarnya antara lain adalah bab dari suatu buku, materi dari program audio visual, atau masalah dalam praktek laboratorium
  3. Tutorial adalah belajar dengan guru pembimbing, sumber belajarnya adalah masalah yang ditemui dalam belajar, harian, bentuknya dapat bab dari buku, topik masalah dan tujuan instruksional tertentu.
  4. Team project (tim proyek) adalah suatu pendekatan kerjasama antar anggota kelompok dengan cara mengenai suatu proyek oleh tim.
  5. Simulasi (persentasi untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya).
  6. Micro teaching, (proyek pembelajaran yang direkam dengan video).
  7. Self helf group (kelompok swamandiri).

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Anonim. 2007. Mengenal Sumber Belajar. Jakarta  : Rineka Cipta

Arif Sadiman, S, Raharjo, R, Anung Haryono. 1986. Media Pendidikan. Jakarta: CV. Rajawali.

Association for Educational Comunication Technology (AECT). 1986. Definisi Teknologi Pendidikan (Penerjemah Yusufhadi Miarso). Jakarta: C.V. Rajawali.

Rohani.1997.Media Instruksional Edukatif. Jakarta : Rineka Cipta

Saripuddin,Udin. 1995. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Erlangga

Kustandi, Cecep  &  Sutjipto, Bambang. (2011). Media Pembelajaran; Manual dan Digital. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s