PERBEDAAN TEORI BELAJAR DENGAN TEORI PEMBELAJARAN

cb861702a4d0f2a8c73f41c0c4760a8f_XL (1)

Oleh: Cecep Kustandi

cecepkustandi@yahoo.com

Pengertian

Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang sangat berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah.

Menurut analisis penulis, Belajar adalah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indera dan pengalamannya. Oleh sebab itu apabila setelah belajar peserta didik tidak ada perubahan yang positif dalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuan tidak bertambah maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna.

Menurut analisis penulis, Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada lingkungan belajar. Dimana peran pendidik dalam pembelajaran disini untuk memberi bantuan agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan kepada peserta didik.

Jadi dapat dikatakan bahwa Teori Belajar dan Pembelajaran adalah upaya untuk mendeskripsikan bagaimana manusia belajar sehingga membantu kita semua memahami proses inhern yang kompleks dalam belajar.

Teori Deskriptif dan Preskriptif

            Untuk membedakan antara Teori Belajar dan Pembelajaran bisa diamati dari posisional teorinya, apakah berada pada tataran teori deskriptif atau preskriptif.

Menurut Bruner (dalam Degeng, 1989) mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah preskriptif dan teori belajar adalah deskriptif. Preskriptif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menerapkan metode pembelajaran yang optimal, sedangkan deskriptif karena tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses belajar. Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan diantara variabel-variabel yang menentukan hasil belajar. Sedangkan teori pembelajaran sebaliknya, teori ini menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi upaya mengontrol variabel-variabel yang dispesifikasi dalam teori belajar agar dapat memudahkan belajar (C.Asri Budiningsih, 2004).

Menurut Asri Budiningsih (2004) dalam buku Belajar dan Pembelajaran menjelaskan bahwa upaya dari Bruner untuk membedakan antara teori belajar yang deskriptif dan teori pembelajaran yang preskriptif dikembangkan lebih lanjut oleh Reigeluth dan kawan-kawan, menyatakan bahwa Principles and theories of instructional design may be stated in either descriptive or prescriptive form. Teori dan prinsip-prinsip pembelajaran yang deskriptif menempatkan variabel kondisi dan metode pembelajaran sebagai givens, dan menempatkan hasil pembelajaran sebagai variabel yang diamati. Dengan kata lain, kondisi dan metode pembelajaran sebagai variabel bebas dan hasil pembelajaran sebagai variabel bergantung. Hubungan antara kedua variabel inilah yang menunjukkan perbedaan antara teori belajar dan pembelajaran yang deskriptif dan preskriptif.

Menurut Reigeluth (1983 dalam Degeng, 1990) mengemukakan bahwa teori preskriptif adalah goal oriented, sedangkan teori deskriptif adalah goal free. Maksudnya adalah bahwa teori pembelajaran deskriptif dimaksudkan untuk mencapai tujuan, sedangkan teori pembelajaran deskriptif dimaksudkan untuk memberikan hasil. Itulah sebabnya variabel yang diamati dalam mengembangkan teori-teori pembelajaran yang preskriptif adalah metode yang optimal untuk mencapai tujuan. Sedangkan dari pengembangan teori-teori pembelajaran deskriptif, variabel yang diamati adalah hasil belajar sebagai efek dari interaksi antara metode dan kondisi.

Perbedaan teoretis di atas pada akhirnya mengarah kepada konsekuensi pada pembedaan proposisi bagi teori deskriptif dan teori preskriptif. Proposisi untuk teori deskriptif menggunakan struktur logis “Bila…, maka…”, sedangkan untuk teori preskriptif menggunakan struktur “Agar…, lakukan ini…” (Landa dalam Degeng,1990). Dalam proposisi teoritik yang pertama (teori deskriptif), model pengorganisasian pembelajaran (model elaborasi) ditetapkan sebagai perlakuan, di bawah kondisi karakteristik isi pelajaran, untuk memberikan perubahan untuk kerja (actual outcomes), berupa peningkatan perolehan belajar dan retansi. Dalam proposisi teoritik yang kedua (teori preskriptif), penigkatan belajar dan retansi ditetapkan sebagai hasil pembelajaran yang diinginkan, dan model elaborasi yang merupakan salah satu model untuk pengorganisasian isi atau materi pelajaran, mempunyai peluang menjadi metode yang optimal untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.

Menurut Landa (dalam Dageng, 1989) menjelaskan bahwa: the major difference between them (instructional theory and learning theory) is that instructional theories … deal with relationships between teachers-or teaching-actions as causes and students psychological and or behavioral process as effects (outcomes), whereas learning theories … deal with relationships between learners-or learning-actions as causes and psychological or behavioral process effects (outcomes).

Dengan kata lain, teori pembelajaran mengungkapkan hubungan antara kegiatan pembelajaran dengan proses-proses psikologis dalam diri siswa, sedangkan teori belajar mengungkapkan hubungan antara kegiatan siswa dengan proses-proses psikologis dalam diri siswa, atau teori belajar mengungkapkan hubungan antara fenomena yang ada dalam diri siswa.

Teori pembelajaran harus memasukkan variabel metode pembelajaran. Bila tidak, maka teori itu bukanlah teori pembelajaran. Hal ini penting, sebab banyak terjadi apa yang dianggap sebagai teori pembelajaran selalu menyebutkan metode pembelajaran, sedangkan teori belajar sama sekali tidak berurusan dengan metode pembelajaran.

Perbedaan Antara Teori Belajar dan Pembelajaran

Perbedaan antara teori belajar dan pembelajaran dapat digambarkan dalam tabel dibawah ini:

No Teori Belajar Teori Pembelajaran
1 Tujuan utamanya memberikan proses belajar Tujuan utamanya menetapkan metode pengajaran yang optimal
2 Menaruh perhatian pada bagaimana seseorang belajar Menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi hal belajar
3 Berfokus pada hubungan diantara variabel-variabel yang menentukan hasil belajar Berfokus pada upaya mengontrol variabel-variabel yang dispesifikasi pada dalam teori belajar agar dapat memudahkan belajar
4 Tidak berhubungan dengan metode pembelajaran Selalu menyebutkan metode pembelajaran
5 Penelitian dilakukan oleh ilmuwan karena merupakan penelitian dasar Penelitian dasar dilakukan oleh ilmuwan dan penelitian terapan dilakukan oleh teknolog
6 Mengungkapkan hubungan kegiatan si belajar dengan proses proses psikologis dalam diri si belajar (mengungkapkan hubungan antar fenomena yang ada dalam diri si belajar) Mengungkapkan hubungan antara kegiatan pembelajaran dengan proses proses psikologi dalam diri si belajar
7 Salah satu contoh teori belajar adalah Teori apersepsi yang menganggap belajar merupakan suatu proses terasosiasinya gagasan gagasan baru  dengan gagasan gagasan lama yang sudah membentuk pikiran Salah satu contoh teori pembelajaran adalah

Teori elaborasi yang dihasilkan dari pengujian keefektifan strategi pengorganisasian pengajaran

Bentuk-bentuk Implementasi Teori Deskriptif dan Preskriptif

Bentuk-bentuk implementasi teori deskriptif dan preskriptif dalam membedakan teori belajar dan pembalajaran dapat dilihat dari sifat-sifatnya yang telah dikelompokkan oleh Reigeluth (dalam Degeng, 1989). Diantaranya dapat dilihat dari contoh-contoh pernyataan-pernyataan teori belajar dan pembelajaran sebagai berikut:

  • Teori Belajar yang bersifat deskriptif dan preskripti
  • Contoh teori belajar deskriptif:

Jika membuat rangkuman tentang isi buku teks yang dibaca, maka retansi terhadap teks itu akan lebih baik.

  • Contoh teori belajar preskriptif:

Agar retansi meningkat, maka kaitkan pengetahuan baru yang dipelajari pada struktur kognitif yang telah dimiliki.

  • Teori Pembelajaran yang bersifat preskriptif
  • Contoh teori belajar preskriptif:

Agar retansi meningkat, maka mulailah pembelajaran dengan menampilkan isi atau materi pelajaran, baru kemudian secara bertahap mengelaborasi bagian-bagian yang ada dalam kerangka isi tersebut dan secara tetap mengkaitkan setiap tahapan elaborasi dengan kerangka isi.

Selain itu peranan atau implementasi antara teori deskriptif dan preskriptif juga terdapat aspek penting yang membedakan antar keduanya, yaitu dapat dilihat dari jenis profesi yang biasa ditemukan dikehidupan manusia. Dimana teori deskriptif ini biasanya hanya ditemukan pada orang-orang yang berprofesi sebagai ilmuwan saja sedangkan teori preskrpitif terlibat dalam tiga profesi, yaitu para ilmuwan, teknolog, dan teknisi. Seperti yang telah dipaparkan Reigeluth, Bunderson, dan Merril (dalam Degeng, 1989) mengemukakan bahwa ilmuwan adalah orang-orang yang selalu berurusan dengan pengembangan prinsip dan teori, teknolog adalah orang-orang yang menggunakan prinsip dan teori untuk mengembangkan prosedur, dan teknisi adalah orang-orang yang mengembangkan prosedur yang dikembangkan teknolog untuk menciptakan sesuatu.

Kelebihan dan Kekurangan Teori Deskriptif dan Preskriptif

Adapun kelebihan dan kekurangan teori deskriptif dan preskriptif diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kelebihan dan Kekurangan Teori Deskriptif
  • Kelebihan
  1. Lebih terkonsep sehingga siswa lebih memahami materi yang disampaikan
  2. Mendorong siswa untuk mencari sumber pengetahuan sebanyak-banyaknya dalam mengerjakan suatu tugas
  • Kekurangan
  1. Kurang memperhatikan sisi psikologis siswa dalam mendalami suatu materi
  • Kelebihan dan Kekurangan Teori Preskriptif
  • Kelebihan
  1. Lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
  2. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
  3. Mengoptimalkan kerja otak secara maksimal
  • Kekurangan
  1. Membutuhkan waktu cukup lama

DAFTAR PUSTAKA

Budiningsih, Asri.1997. Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

http://tyaeducationjournals.blogspot.com/2008/04/dibutuhkan-sebuah-kerangka-teoritis.html

Siregar, Eveline. Nara, Martini. 2012. Buku Ajar Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s