PENGELOMPOKAN MEDIA

Standar

Cecep Kustandi, M.Pd.

Dalam perkembangannya, media pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi yang paling tua yang dimanfaatkan dalam proses belajar adalah percetakan yang bekerja atas dasar prinsip mekanis. Kemudian lahir teknologi audio-visual yang menggabungkan penemuan mekanis dan elektronis untuk tujuan pembelajaran. Teknologi yang muncul terakhir adalah teknologi mikro-prosesor yang melahirkan pemakaian komputer dan kegiatan interaktif (Seels & Richey, 1994). Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu (1) media hasil teknologi cetak, (2) media hasil teknologi audio visual, (3) media hasil teknologi yang berdasarkan komputer, (4) media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.

Continue reading

RAGAM MEDIA SEDERHANA

Standar

Cecep Kustandi, M.Pd.

Berdasarkan pada pengklasifikasian yang digambarkan oleh para ahli mengungkapkan bahwa karakteristik atau ciri-ciri khas suatu media berbeda berdasarkan tujuan dan maksud pengelompokkannya. Untuk itu sebenarnya media dipilih dan digunakan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dalam rangka mempermudah proses belajar, sehingga peserta didik dapat memahami materi yang sampaikan. Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis media sederhana dan karakteristiknya.

Continue reading

RAGAM MEDIA PEMBELAJARAN II

Standar

Jenis media yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran cukup beragam, mulai dari media yang sederhana seperti yang telah dibahas di atas sampai pada media yang cukup rumit dan canggih. Berikut ini dipaparkan pula ragam media pembelajaran lain selain media sederhana seberti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

Continue reading

PEMILIHAN MEDIA

Standar

Cecep Kustandi, M.Pd.

Heinich dan kawan-kawan (1982) mengajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE (ASSURE adalah singkatan dari Analyze learner characteristics, State objective, Select, or Modift media, Utilize, Require learner response, and Evaluate). Model ini menyarankan enam kegiatan utama dalam perencanaan pembelajaran sebagai berikut.

(A) Menganalisis karakteristik umum kelompok sasaran, apakah mereka siswa sekolah lanjutan atau perguruan tinggi, anggota organisasi pemuda, perusahaan, usia, jenis kelamin, latar belakang budaya dan sosial ekonomi, serta menganalisis karakteristik khusus mereka yang meliputi antara lain pengetahuan, keterampilan, dan sikap awal mereka.

(S) Menyatakan atau merumuskan tujuan pembelajaran yaitu perilaku atau kemampuan baru apa yang diharapkan siswa miliki dan kuasai setelah proses belajar mengajar selesai. Tujuan ini akan mempengaruhi pemilihan media dan urut-urutan penyajian dan kegiatan belajar.

(S) Memilih, memodifikasi, atau merancang dan mengembangkan materi dan media yang tepat. Apabila materi dan media pembelajaran yang telah tersedia akan dapat mencapai tujuan, materi dan media itu sebaiknya digunakan untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya. Apabila materi dan media yang ada tidak cocok dengan tujuan atau tidak sesuai dengan sasaran partisipan, materi dan media itu dapat dimodifikasi. Jika tidak memungkinkan untuk memodifikasi yang telah tersedia, barulah memilih alternatif ketiga yaitu merancang dan mengembangkan materi dan media yang baru. Tentu saja kegiatan ini jauh lebih mahal dari sesgi biaya, waktu dan tenaga. Namun demikian kegiatan ini memungkinkan untuk menyiapkan materi dan media yang tetap dan sesuai dengan tujuan yang indin dicapai.

(U) Menggunakan materi dan media. Setelah memilih materi dan media yang tepat, diperlukan persiapan bagaimana dan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menggunakannya.

(R) Meminta tanggapan dari siswa. Guru sebaiknya mendorong siswa untuk memberikan respons dan umpan balik mengenai keefektivan proses belajar mengajar. Respons siswa dapat bermacam-macam, seperti mengulangi fakta-fakta, mengemukakan ikhtisar atau rangkuman informasi/pelajaran, atau menganalisis alternatif pemecahan masalah/kasus. Dengan demikian, siswa akan menampakkan partisipasi yang lebih besar.

(E) Mengevaluasi proses belajar. Tujuan utama evaluasi di sini adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa mengenai tujuan pembelajaran, keefektivan media, pendekatan, dan guru sendiri.

Continue reading

PENGEMBANGAN MEDIA

Standar

Cecep Kustandi, M.Pd.

Sebelum membahas satu persatu tentang pengembangan media pembelajaran tersebut perlu dikemukakan prinsip-prinsip umum yang perlu diperhatikan pada saat mencari dan menentukan jenis media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Prinsip-prinsip itu disajikan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :

  1. Sudahkah anda mengidentifikasi dan mengungkapkan dengan jelas gagasan anda dan membatasi topik bahasan?
  2. Apakah program yang dikembangkan memiliki tujuan untuk menginformasikan, memotivasi, atau pembelajaran?
  3. Apakah anda sudah merumuskan tujuan yang akan dicapai melalui program ini?
  4. Sudahkah anda mengevaluasi karakteristik siswa yang akan menggunakan program ini?
  5. Sudahkan anda siapkan kerangka (outline) isi pelajaran?
  6. Sudahkah dipertimbangkan bahwa media apa saja yang paling sesuai untuk mencapai tujuan?
  7. Sudahkah anda membuat storyboard untuk paket pelajaran ini, jika diperlukan?
  8. Apakah anda telah menyiapkan naskah untuk frame per frame untuk dijadikan penuntun pada saat mengambil gambar?
  9. Jika perlu, sudahkah anda menentukan orang tertentu yang ahli di bidang masing-masing untuk membantu anda dalam mempersiapkan materi pelajaran?

Continue reading

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA SEDERHANA

Standar

Cecep Kustandi, M.Pd.

Terdapat berbagai jenis dan macam media baik yang berada di dalam maupun di luar kelas. Untuk mempermudah pemahaman kita terhadap keberagaman sumber belajar tersebut, maka dapat dibedakan sebagai berikut:

  1. media by design,  adalah media yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan pembelajaran guna mencapai tujuan. Misalnya media yang dibuat berupa media grafis, audio, dan media audio visual.
  2. media by utilization, adalah media yang sudah ada dimanfaatkan oleh sekolah guna menunjang pelaksanaan proses pembelajaran. Misalnya media yang ada di lingkungan sekitar sekolah bahkan luar.

Pengembangan dan penggunaan media perlu dilakukan secara sistematik berdasarkan langkah-langkah yang saling terkait untuk menghasilkan pembelajaran yang bermanfaat.

Guru seringkali mengabaikan prosedur perencanaan yang sistematik ini karena berasumsi, jika sudah dibuat dengan baik sesuai dengan materi yang akan diajarkan, atau jika media sudah dijual di pasar, maka media tersebut dapat digunakan dengan efektif dalam proses pembelajaran. Kenyataannya, ada beberapa langkah yang harus dilakukan guru sebelum sampai pada kesimpulan bahwa media sudah dapat digunakan dengan baik, serta media yang digunakan memang baik.

Sebelum seorang guru menggunakan media dalam aktivitas belajar mengajar, hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya

  • perumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar/tujuan guruan pada kelas yang dihadapi,
  • topik mata pelajaran,
  • keberadaan media dan sumber yang tersedia,
  • pemilihan teknik dan strategi guruan.

Continue reading