PENGGUNAAN MEDIA

Standar

A. PENGGUNAAN MEDIA_______________________

Berikut ini akan diuraikan prinsip-prinsip penggunaan dan pengembangan media pembelajaran. Media pembelajaran yang akan dibahas tersebut akan mengikuti taksonomi Leshin, dan kawan-kawan. (1992)  yaitu media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main peran, kegiatan kelompok, dan lain-lain), media berbasis cetakan (buku, penuntun, buku kerja/latihan, dan lembaran lepas), media berbasis visual (buku, charts, grafik, peta, figur/gambar, transparansi, film bingkai atau slide), media berbasis audio visual (video, film, slide bersama tape, televisi), dan media berbasis komputer (pembelajaran dengan bantuan komputer dan video interaktif).

  1. Media berbasis manusia

Media berbasis manusia mengajukan dua teknik yang efektif, yaitu rancangan yang berpusat pada masalah dan bertanya ala Socrates. Rancangan pembelajaran yang berpusat pada masalah dibangun berdasarkan masalah yang harus dipecahkan oleh pelajar. Langkah-langkah rancangan jenis pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Merumuskan masalah yang relevan
  2. Mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang terkait untuk memcahkan masalah. Gunakan buku teks dan ceramah sebagai sumber untuk menyajikan pengatahuan
  3. Ajarkan mengapa pengetahuan itu penting dan bagaimana pengetahuan itu dapat diterapkan untuk pemecahan masalah
  4. Tuntun eksplorasi siswa. Sebagai seorang instruktur untuk pemecahan masalah. Perannya adalah :
  1. Membiarkan eksplorasi siswa tak terintangi, partisipasi aktif dan bertanya
    1. Membantu siswa dalam menghubungkan pengetahuan baru dan pengetahuan terdahulu
    2. Membantu siswa membentuk dan menginternalisasi representasi tugas atau masalah
    3. Membantu siswa mengidentifikasi persamaan antara masalah baru dan pengalaman yang lalu yang berisikan masalah yang serupa. Jaga agar pada awalnya analogi ini sederhana
    4. Berikan umpan balik mengenai benar atau salahnya jalan pikiran dan jalur pemecahan masalah
    5. Gunakan representasi grafik masalah itu yang dihubungkan dengan uraian verbal
  1. Kembangkan masalah dalam konteks yang beragam dengan tahapan tingkat kerumitan
  2. Nilai pengetahuan siswa dengan memberikan masalah baru untuk dipecahkan

Adapaun mengenai teknik bertanya ala Socrates, bahwa penekanan teknik bertanya ala Socrates adalah penjelasan konsep-konsep dan gagasan-gagasan melalui penggunaan pertanyaan-pertanyaan pancingan. Sebagai suatu teknik pembelajaran, ia harus dipikirkan dan ditatar dengan baik. Langkah-langkah teknik pembelajaran ala Socrates adalah sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasi pertanyaan heuristik yang meminta siswa berbagi, menganalisis, mengevaluasi, dan mensintesis pekerjaan/tugas mereka, misalnya :

-         Bagaimana cara mengubah sikap negatif personalia di jurusan kita?

-         Bagaimana tim pekerjaan mandiri dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil belajar?

-         Mengapa jarang sekali siswa bercita-cita untuk berprofesi di bidang pendidikan/kejuruan?

  1. Pelajaran mungkin bisa dimulai dengan diskusi dalam kelompok besar sebagai pembahasan eksplorasi. Siswa kemudian dapat dikelompokkan k dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendalami isu dan gagasan-gagasan yang muncul pada pembahasan kelompok besar
  2. Menentukan apakah siswa harus belajar/bekerja bersama-sama dalam kelompok, perorangan, seorang demi seorang, atau secara bebas

Sebagai penuntun untuk mengembangkan pelajaran interaktif dikemukakan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasi pokok bahasan-bahasan
  2. Mengembangkan sajian pembelajaran yang mencakup semua informasi yang diharapkan siswa harus kuasai
  3. Membaca/mengamati keseluruhan penyajian dan menentukan di mana dialog-dialog interaktif dapat digabungkan atau disisipkan
  4. Menetapkan jenis informasi yang diinginkan dari siswa; kembangkan pertanyaan atau strategi lain yang memerlukan keikutsertaan siswa menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, atau membuat keputusan
  5. Menentukan pesan-pesan apa yang ingin disampaikan dengan kegiatan interaktif
  6. Menetapkan butir-butir diskusi penting, butir-butir penting ini dapat disajikan setelah melibatkan siswa dalam diskusi atau kegiatan strategis lainnya

Beberapa cara yang dapat digunakan sebagai penarik perhatian adalah : (a) memulai pembelajaran dengan memusatkan pada aplikasi isi berbagai isu yang relevan dengan siswa, bagaimana siswa akan menggunakan atau menerapkan informasi baru ini, (b) menginformasikan kepada siswa apa yang diharapkan mereka dapat kerjakan, dan (c) memulai dengan mengajukan pertanyaan atau mengajukan masalah yang memusatkan perhatian terhadapinformasi yang musti dipelajari oleh siswa.

  1. Media Berbasis Cetakan

Materi pembelajaran berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran lepas. Teks berbasis cetakan menuntut enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang, yaitu konsistensi, format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf, dan penggunaan spasi kosong.

Beberapa cara yang digunakan untuk menarik perhatian pada media berbasis teks adalah warna, huruf, dan kotak. Warna digunakan sebagai alat penuntun dan penarik perhatian kepada informasi yang penting, misalnya kata kunci dapat diberi tekanan dengan cetakan warna merah. Selanjutnya, huruf yang dicetak tebal atau dicetak miring memberikan penekanan pada kata-kata kunci atau judul. Informasi penting dapat pula diberi tekanan dengan menggunakan kotak. Penggunaan garis bawah sebagai alat penuntun sedapat mungkin dihindari karena membuat kata itu sulit dibaca.

  1. Media Berbasis Visual

Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Bentuk visual dapat berupa (a) gambar representasi seperti gambar, lukisan atau foto yang menunjukkan bagaimana tampaknya sesuatu benda, (b) diagram yang melukiskan hubungan-hubungan konsep, organisasi, dan struktur isi materi, (c) peta yang menunjukkan hubungan-hubungan ruang di antara unsur-unsur dalam isi materi, (d) grafik seperti tabel, grafik, dan chart (bagan) yang menyajikan gambar/kecenderungan data atau antar hubungan seperangkat gambar atau angka-angka. Ada beberapa prinsip umum yang perlu diketahui untuk penggunaan efektif media berbasis visual sebagai berikut :

  1. Usahakan visual itu sesederhana mungkin dengan menggunakan gambar garis, karton, bagan, dan diagram. Gambar realistis harus digunakan secara hati-hati karena gambar yang amat rinci dengan realisme sulit diproses dan dipelajari bahkan seringkali mengganggu perhatian siswa untuk mengamati apa yang seharusnya diperhatikan
  2. Visual digunakan untuk menekankan informasi sasaran sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik
  3. Gunakan grafik untuk menggambarkan ikhtisar keseluruhan materi sebelum menyajikan unit demi unit pelajaran untuk digunakan oleh siswa mengorganisasi informasi
  4. Ulangi sajian visual dan libatkan siswa untuk meningkatkan daya ingat.
  5. Gunakan gambar untuk melukiskan perbedaan konsep-konsep, misalnya dengan menampilkan konsep-konsep yang divisualisasikan itu secara seimbang
  6. Hindari visual yang tak berimbang
  7. Tekankan kejelasan dan kecepatan dalam semua visual
  8. Visual yang diproyeksikan harus dapat terbaca dan mudah dibaca
  9. Visual, khususnya diagram, amat membantu untuk mempelajari materi yang agak kompleks
  10. Visual yang dimaksudkan untuk mengkomunikasikan gagasan khusus akan efektif apabila (1) jumlah obyek dalam visual yang akan ditafsirkan dengan benar dijaga agar terbatas, (2) jumlah aksi terpisah yang penting yang pesan-pesannya harus ditafsirkan dengan benar sebaiknya terbatas, dan (3) semua obyek dan aksi yang dimaksudkan dilukiskan secara realistik sehingga tidak terjadi penafsiran ganda
  11. Unsur-unsur pesan dalam visual itu harus ditonjolkan dan dengan mudah dibedakan dari unsur-unsur latar belakang untuk mempermudah pengolahan informasi
  12. Caption (keterangan gambar) harus disiapkan terutama untuk (1) menambah informasi yang sulit dilukiskan secara visual, seperti lumpur, kemiskinan, dan lain-lain, (2) memberi nama orang, tempat, atau obyek, (3) menghubungkan nama orang, tempat, atau obyek, (3) menghubungkan kejadian atau aksi dalam lukisan dengan visual sebelum atau sesudahnya, dan (4) menyatakan apa yang orang dalam gambar itu sedang kerjakan, pikirkan, atau katakan
  13. Warna harus digunakan secara realistik
  14. Warna dan pemberian bayangan digunakan untuk mengarahkan perhatian dan membedakan komponen-komponen
  1. Media Berbasis Audio Visual

Media visual yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya. Salah satu pekerjaan penting yang diperlukan dalam media audio-visual adalah penulisan naskah dan storyboard yang memerlukan persiapan yang banyak, rancangan, dan penelitian.

Naskah yang kemudian menjadi narasi disaring dari isi pelajaran yang kemudian disintesis ke dalam apa yang ingin ditunjukkan dan dikatakan. Narasi ini merupakan penuntun bagi tim produksi untuk memikirkan bagaimana video menggambarkan atau visualisasi materi pelajaran. Pada awal pelajaran media harus mempertunjukkan sesuatu yang dapat menarik perhatian semua siswa. Hal ini diikuti dengan jalinan logis keseluruhan program yang dapat membangun rasa keberlanjutan-sambung menyambung dan kemudian menuntun kepada kesimpulan atau rangkuman. Kontinuitas program dapat dikembangkan melalui penggunaan ceritera atau permasalahan yang memerlukan pemecahan.

  1. Media Berbasis Komputer

Dewasa ini komputer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam bidang pendidikan dan latihan. Komputer berperan sebagai manager dalam proses pembelajaran yang dikenal dengan nama Computer managed instruction (CMI). Ada pula peran komputer sebagai pembantu tambahan dalam belajar; pemanfaatannya meliputi penyajian informasi isi materi pelajaran, latihan, atau kedua-duanya. Modus ini dikenal sebagai Computer assisted instruction (CAI). CAI mendukung pembelajaran dan pelatihan akan tetapi ia bukanlah penyampai utama materi pelajaran. Komputer dapat menyajikan informasi dan tahapan pembelajaran lainnya disampaikan bukan dengan media komputer.

Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran secara umum mengikuti proses pembelajaran sebagai berikut :

  1. merencanakan, mengatur, dan mengorganisasikan, dan menjadwalkan pembelajaran
  2. mengevaluasi siswa (tes)
  3. mengumpulkan data mengenai siswa
  4. melakukan analisis statistik mengenai data pembelajaran
  5. membuat catatan perkembangan pembelajaran (kelompok atau perorangan)

Untuk meningkatkan kemampuan interaksi media berbasis komputerm saran-saran berikut perlu dipertimbangkan dalam pengembangan media tersebut :

  1. Pertimbangkan untuk menggunakan rancangan yang berpusat pada masalah, studi kasus, atau simulasi di mana siswa secara mental terlibat dengan penyajian itu.
  2. Buatlah penyajian pembelajaran yang singkat, kemudian minta supaya siswa mengolah atau memikirkan informasi yang disajikan itu
  3. Berikan kesempatan untuk berinteraksi sekurang-kurangnya setiap 3 atau 4 layar tayangan, atau setiap satu atau dua menit
  4. Pertimbangkan desain di mana siswa tidak diberi informasi dalam bentuk linear, tetapi mencoba menemukan informasi melalui eksplorasi aktif dalam lingkungan elektronis
  5. Pertimbangkan untuk membolehkan siswa berhubungan dengan pemakai komputer lain melalui model atau papan informasi elektronik
  6. Jangan memaksakan interaksi, misalnya hindari pertanyaan yang semata-mata hanya ingin memperoleh jawaban siswa
  1. Pemanfaatan Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar

Pemanfaatan perusahaan sebagai sumber belajar secara efektif memerlukan keterampilan sebagai berikut (Achsin, 1986) :

  1. Keterampilan mengumpulkan informasi, yang meliputi keterampilan (a) mengenal sumber informasi dan pengetahuan, (b) menentukan lokasi sumber informasi berdasarkan sistem klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dan indeks, (c) menggunakan bahan pustaka baru, bahan referensi seperti ensiklopedia, kamus, buku tahunan, dan lain-lain.
  2. Keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti (a) memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan dan masalah, dan (b) mendokumentasikan informasi dan sumbernya
  3. Keterampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, seperti (a) memahami bahan yang dibaca, (b) membedakan antara fakta dan opini, (c) menginterpretasi informasi baik yang saling mendukung maupun yang berlawanan
  4. Keterampilan menggunakan informasi, seperti (a) memanfaatkan intisari informasi untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah, (b) menggunakan informasi dalam diskusi, dan (c) menyajikan informasi dalam bentuk tulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s